Depok || Radarpost.id
Ratusan warga Kelurahan Bedahan-Pasir Putih menggelar aksi damai di kawasan Situ Gugur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, meminta percepatan normalisasi.
Aksi yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026), diikuti sekira 250 lebih warga yang tergabung dalam Paguyuban Peduli Situ Gugur Bedahan-Pasir Putih. Mereka meminta pemerintah segera melakukan percepatan normalisasi Setu Gugur.
Aksi damai itu diawali degan para warga dengan melakukan jalan kaki disekitar lingkungan Situ Gugur, sambil membentangkan spanduk.
Mereka meminta Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan fungsi situ yang disebut telah mengalami perubahan menjadi kawasan perumahan.
Seperti halnya ibu ibu membawa sejumlah tuntutan dan menyuarakan pentingnya penyelamatan kawasan situ sebagai bagian dari sumber daya air serta lingkungan yang harus dipertahankan keberadaannya.
Dalam mengawali orasinya, Ketua Paguyuban Situ Gugur H. Robi didampingi Mahfudin AB dan Tatang TB dari Paguyuban Peduli Situ Gugur meminta Wali Kota Depok segera turun tangan mencari solusi atas persoalan ini.
Menurut Robi, pengembalian fungsi situ tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat terhadap sumber air.
H. Robi menyebut, berdasarkan peta awal Situ Pasir Putih-Bedahan, kawasan situ memiliki luas kurang lebih 8 hektare. Namun, sekitar 3 hektare di antaranya disebut telah berubah menjadi kawasan yang dibangun untuk perumahan.
Ia menilai keberadaan mata air di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan warga apabila fungsi situ dikembalikan.

Selain mendesak Pemerintah Kota Depok, Robi juga meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi langsung ke lokasi Situ Gugur untuk melihat kondisi kawasan tersebut.
“Saya juga meminta kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk sidak dan datang ke lokasi Situ Gugur ini. Saya dengar hari ini beliau sedang ada di Depok,” kata Robi.
H. Robi menegaskan, masyarakat tidak ingin persoalan Situ Gugur hanya berhenti pada aksi dan penyampaian aspirasi. Menurutnya, diperlukan langkah nyata pemerintah untuk memastikan kawasan situ tetap berfungsi sebagai kawasan resapan dan sumber air bagi masyarakat.
“Situ Gugur ini adalah punya leluhur kita yang wajib dijaga dan dilestarikan. Ini adalah gerakan fisabilillah karena Allah SWT dalam menjaga dan mengembalikan Situ Gugur, agar anak cucu kita ke depan tidak merasakan kekeringan akibat keserakahan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Aksi damai tersebut menjadi bentuk desakan masyarakat agar pemerintah segera melakukan verifikasi terhadap kondisi dan status kawasan Situ Gugur, sekaligus mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya perubahan fungsi kawasan yang tidak sesuai dengan aturan.
Sementara pengurus Aksi Damai, Paguyuban Situ Gugur Mahfudin AB, menyampaikan aksi tersebut diikuti oleh warga Kelurahan Pasir Putih dan Bedahan.
Dijelaskannya, kondisi lahan saat ini, baik di hulu maupun hilir yang sudah banyak berdiri rumah-rumah.

Puncak dari Aksi Damai ini adalah minta Kepada Gubernur Jawa Barat dan Walikota Depok meminta percepatan normalisasi Situ Gugur.
“Kami bersama warga meminta kepada Gubernur Jabar dan Walikota Depok, segeralah ditindaklanjuti masalah ini. Kalau tidak ya kami akan demo ke kantor Walikota dan juga ke pak KDM,” ujar Mahfudin AB. (**).












