JAKARTA|| Radarpost.id
Garmin Run Indonesia 2026 kembali digelar dengan melibatkan 8.000 pelari dari berbagai latar belakang. Mengusung tema “From Zero to Hero”, ajang lari ini menghadirkan tiga kategori lomba, yakni 5K, 10K, dan Half Marathon.
Jumlah peserta tersebut menjadi yang tertinggi sejak Garmin Run Indonesia pertama kali digelar pada 2022. Tahun ini, Garmin Run Indonesia juga resmi menjadi bagian dari Garmin Run Marathon Series yang digelar secara global.
Garmin Indonesia membawa konsep running science dalam penyelenggaraan Garmin Run 2026. Konsep tersebut menekankan pemanfaatan teknologi untuk membantu pelari memahami kondisi tubuh, mengukur kesiapan berolahraga, hingga memantau perkembangan latihan.
“Garmin Run kami hadirkan sebagai ruang bertumbuh bagi komunitas lari di Indonesia. Filosofi running science yang kami kembangkan sebenarnya berangkat dari niat sederhana, kami ingin setiap pelari dari beragam latar belakang dan levelnya bisa berolahraga dengan rasa aman,” ujar Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna.
Menurut Rian, teknologi pada smartwatch Garmin dirancang untuk membantu pelari membaca kondisi tubuh secara lebih terukur sehingga latihan maupun aktivitas berlari dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Selain mengedepankan teknologi olahraga, Garmin Run 2026 membawa pesan mengenai konsistensi dalam membangun kebiasaan positif. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Bank Saqu sebagai Official Banking Partner.
Kolaborasi tersebut menghubungkan kebiasaan berolahraga dengan pengelolaan finansial. Selama periode pendaftaran, Bank Saqu memberikan program cashback bagi nasabah baru yang membeli tiket Garmin Run 2026 menggunakan QRIS Bank Saqu.
“Kami melihat olahraga bukan hanya tentang race, tetapi tentang kebiasaan yang dibangun secara konsisten,” kata Plt. Presiden Direktur Bank Saqu, Leka Madiadipoera.
Sementara itu, aspek keberlanjutan menjadi bagian lain dari Garmin Run 2026. Garmin menggandeng Matters Project sebagai Official Sustainability Partner untuk menghadirkan edukasi serta aktivitas terkait pengelolaan lingkungan di area race village.
Upaya tersebut dilakukan sejak rangkaian pre-event hingga hari perlombaan. Salah satunya melalui penggunaan trofi berbahan material upcycled bagi para pemenang podium serta pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan data rangkaian pre-event, tercatat sebanyak 268,49 kilogram sampah terkumpul. Dari jumlah tersebut, 133,97 kilogram merupakan sampah anorganik yang telah dipilah untuk dapat didaur ulang.
“Perubahan terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dan secara konsisten, dampaknya dapat menjadi lebih berarti,” ujar Co-Founder Matters Project, Rony Rahardian.
Ruang Berlari untuk Semua
Garmin Run 2026 juga memberikan ruang bagi peserta dengan beragam kemampuan. Pelari dengan keterbatasan fisik hingga keluarga yang mengikuti kegiatan menggunakan stroller turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Semangat inklusivitas itu salah satunya ditunjukkan Anggi Wahyuda, anggota #TeamGarmin sekaligus Icon Inclusivity Garmin Run Indonesia 2026.
Bagi Anggi, Garmin Run 2026 menjadi pengalaman tersendiri karena ia berhasil menyelesaikan Half Marathon untuk pertama kalinya. Pencapaian tersebut menjadi babak baru setelah sebelumnya menaklukkan sejumlah gunung tinggi di dunia.
Dalam persiapannya menghadapi Half Marathon, Anggi mendapat pendampingan dari Garmin Run Club Coach Roy Putranto dengan memanfaatkan ekosistem running science Garmin.
“Setiap pelari punya titik awalnya sendiri. Ada yang mulai dari 5K, kemudian berkembang ke 10K, sampai akhirnya berani mencoba Half Marathon seperti saya hari ini,” kata Anggi.
Menurut dia, konsistensi menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelari untuk meningkatkan kemampuan.
“Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus berkembang. Dengan dukungan ekosistem Garmin dan bimbingan pelatih, saya belajar bahwa langkah kecil yang konsisten akan selalu membawa kita pada batas kemampuan yang baru,” ujarnya.
Dengan menggabungkan olahraga, teknologi, inklusivitas, dan keberlanjutan, Garmin Run Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Lintasan 5K, 10K, hingga Half Marathon menjadi ruang bagi ribuan peserta untuk merayakan proses masing-masing, dari langkah pertama hingga mencapai garis finis.












