Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

JIS Diguncang Dentuman Bass The Weeknd, Penonton Larut dalam After Hours Til Dawn

(foto : istimewa).

JAKARTA|| Radarpost.id

Jakarta International Stadium (JIS) berubah menjadi lautan suara ketika The Weeknd membuka konser After Hours Til Dawn Tour, Sabtu (26/9/2026) malam. Dentuman bass, musik elektronik, dan karakter vokal The Weeknd membuat ribuan penonton larut dalam atmosfer konser sejak lagu pertama.

The Weeknd membuka penampilannya dengan “Baptized in Fear”. Musik bernuansa gelap langsung memenuhi stadion dan menjadi pintu masuk menuju rangkaian pertunjukan yang penuh energi.

Tak butuh waktu lama bagi suasana JIS untuk semakin panas. The Weeknd kemudian membawakan “Open Hearts” dan “Wake Me Up”.

Tiga lagu tersebut menjadi pembuka yang memperlihatkan bagaimana musik menjadi salah satu senjata utama dalam konser The Weeknd.

Dentuman bass terasa dominan ketika lagu memasuki bagian yang lebih intens. Di saat bersamaan, lapisan musik elektronik membuat atmosfer terdengar semakin penuh.

Bukan hanya keras, tata suara konser juga memainkan dinamika. Ada bagian ketika musik dibuat lebih lapang sehingga vokal The Weeknd terdengar menonjol, sebelum kemudian kembali dihantam beat yang membuat energi penonton naik.

JIS pun seolah ikut berdenyut mengikuti musik.

Penonton terlihat menikmati setiap perubahan tempo dan atmosfer. Lagu demi lagu mengalir dengan transisi yang membuat konser terasa seperti satu perjalanan musik, bukan sekadar daftar lagu yang dimainkan bergantian.

The Weeknd Bikin JIS Makin Panas

Energi konser semakin terasa ketika musik dipadukan dengan pencahayaan dan koreografi.

Para penari latar tampil dengan jubah merah panjang, sementara The Weeknd muncul dengan penampilan bernuansa gelap. Ia mengenakan vest kulit hitam, velvet coat, serta futuristic mask rancangan Yohji Yamamoto.

Visual panggung juga ikut memperkuat karakter musik.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah patung emas setinggi 12 meter karya seniman Jepang Hajime Sorayama. Patung bergaya cyberpunk tersebut menjadi bagian dari pertunjukan dan mampu memancarkan sinar laser dari matanya.

Namun, musik tetap menjadi pengikat seluruh elemen tersebut.

Perubahan pencahayaan, gerakan penari, hingga visual panggung mengikuti atmosfer lagu. Ketika musik menjadi lebih intens, panggung ikut bergerak; ketika lagu memberikan ruang bagi vokal, suasana pun berubah.

Konsep tersebut membuat penonton mendapatkan pengalaman konser yang lebih utuh.

Sempat Sapa Penonton Jakarta

Di sela-sela pertunjukan, The Weeknd juga menyapa penonton Jakarta.

“Halo Jakarta, apa kabar kalian malam ini? Terakhir, aku ke Indonesia untuk berlibur ke Bali. Tapi sepertinya tidak butuh waktu lama untuk aku kembali ke negara ini karena energi kalian luar biasa!” ujar The Weeknd.

Sapaan tersebut langsung disambut sorakan penonton.

Bagi The Weeknd, Jakarta bukan sekadar kota persinggahan dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour. Energi penonton menjadi bagian dari atmosfer konser yang berlangsung malam itu.

Dari musik bernuansa gelap di awal pertunjukan hingga dentuman beat yang membuat stadion bergemuruh, The Weeknd berhasil membawa karakter musiknya ke panggung JIS.

Konser tersebut akhirnya terasa seperti perjalanan audiovisual: musik menjadi penggeraknya, sementara tata cahaya, koreografi, dan visual menjadi pelengkap yang memperkuat pengalaman penonton.