Radarpost id | JAKARTA – Upaya mengenalkan kebaya dan batik kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai cara kreatif. Salah satunya lewat Anugerah Duta Kebaya Batik Cilik & Remaja Indonesia 2026 yang digelar Yayasan Kreasi Cipta Muda Berkarya (KCMB).
Kegiatan tersebut berlangsung di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).
Ajang ini mengangkat semangat pelestarian budaya sekaligus menanamkan kecintaan terhadap busana tradisional Indonesia sejak usia dini. Anak-anak dan remaja didorong untuk mengenal kebaya dan batik bukan sekadar sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Ketua Yayasan Kreasi Cipta Muda Berkarya, Ina Marlina Zulkarnain, S.Pd., C.PS., C.MC., C.BE., mengatakan kegiatan yang melibatkan generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun rasa percaya diri sekaligus kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
Dalam kegiatan KCMB sebelumnya, Ina juga menekankan bahwa apresiasi kepada anak berprestasi merupakan bagian dari upaya mendorong anak-anak untuk terus mengembangkan potensi dan berkarya. Dalam keterangannya terkait Anugerah Anak Indonesia Awards 2026, ia menyebut anak-anak berprestasi dapat menjadi contoh bahwa generasi muda mampu membawa identitas budaya bangsa sekaligus menginspirasi lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Kebaya dan batik harus dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan, sehingga generasi muda merasa bahwa budaya Indonesia adalah sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Ina.
Menurutnya, keberadaan Duta Kebaya Batik Cilik dan Remaja diharapkan tidak berhenti pada seremoni penganugerahan. Para duta diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus penggerak bagi teman-teman seusianya untuk mengenal, menggunakan, dan ikut memperkenalkan budaya Nusantara.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Poltekkes Kemenkes RI, Nurul Qomariah Wildan, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pendidikan dan kesehatan diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan dukungan dari berbagai lingkungan.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak dan remaja untuk mengenal budaya Indonesia sejak dini. Pembentukan karakter tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pengalaman yang menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” kata Nurul.
Ia juga diharapkan dapat mendorong para orang tua dan lingkungan pendidikan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak dalam mengembangkan bakat dan potensi mereka.
Bagi KCMB, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas generasi muda. Kebaya dan batik pun diharapkan semakin dikenal dan diterima anak-anak serta remaja sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus identitas Indonesia.
Melalui ajang tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil dan berinteraksi, tetapi juga membawa pesan bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari hal sederhana: mengenal, mencintai, menggunakan, kemudian memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.**”












