JAKARTA|| Radarpost.id
Kolaborasi Andi Rianto dan Stevan Pasaribu akhirnya terwujud lewat lagu “Siapa Yang Tahan”. Karya ini menjadi pertemuan antara karakter vokal Stevan Pasaribu dengan pendekatan musikal Andi Rianto yang telah lama dikenal lewat karya-karya musiknya.
Cerita di balik kolaborasi tersebut disampaikan dalam acara “Siapa Yang Tahan” Kol & Media Day di Musica Studio’s Equity Tower, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bagi Andi Rianto, keputusan menggandeng Stevan bukan semata-mata karena cerita yang dibawa lagu tersebut. Karakter vokal menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan penyanyi yang dianggap mampu menerjemahkan emosi lagu.
Andi mengaku sudah mengenal Stevan sejak 2021. Sejak pertemuan pertama, keinginan untuk membuat karya bersama sebenarnya sudah muncul, tetapi baru beberapa tahun kemudian rencana tersebut dapat direalisasikan.
“Karena dari yang aku bilang tadi, dari 2022. Aku pertama kali ketemu Stevan itu di malam (acara) 15 November 2021 kalau nggak salah,” ujar Andi.
Karakter Vokal Stevan Jadi Pertimbangan
Dalam penggarapan “Siapa Yang Tahan”, Andi tidak hanya melihat kemampuan teknis seorang penyanyi. Ia juga mempertimbangkan warna suara dan kemampuan Stevan dalam menyampaikan emosi melalui vokal.
Hal tersebut membuat proses produksi lagu tidak berhenti pada bagaimana sebuah melodi dinyanyikan. Penghayatan terhadap materi lagu menjadi bagian penting agar pesan yang ada di dalam lirik dapat tersampaikan kepada pendengar.
Bagi Stevan, kesempatan berkolaborasi dengan Andi Rianto juga menjadi pengalaman yang sangat berarti. Ketika mendapat kabar mengenai proyek tersebut, ia langsung menghubungi keluarganya.
“Waktu dapat kabar mau duet sama Mas Andi, wah puji Tuhan, syukur banget. Telepon mama, akhirnya jadi nih, Ma,” kata Stevan.
Pertemuan keduanya kemudian berkembang menjadi proses kreatif yang mempertemukan pengalaman personal Stevan dengan pendekatan musikal Andi.
Ide Lirik Banyak Muncul Saat di Jalan
Menariknya, Stevan memiliki cara tersendiri dalam menemukan ide ketika menulis lagu. Ia mengatakan ide mengenai nada justru lebih sering muncul ketika berada di studio. Sementara gagasan lirik dapat muncul ketika dirinya berada di luar studio.
Stevan menyebut perjalanan di jalan menjadi salah satu ruang yang sering memunculkan inspirasi.
“Memang aku suka dapat lirik, ide lirik itu di jalan. Kalau di studio, nada. Tapi kalau lirik, karena aku orang yang agak susah nyari liriknya,” tuturnya.
Untuk memperkaya cerita dalam lagu, Stevan juga mendengarkan pengalaman sejumlah orang. Dari percakapan tersebut, ia mendapatkan berbagai perspektif mengenai hubungan dan pengalaman emosional.
Ia menyebut ada sekitar 12 hingga 13 cerita yang didengarkannya selama proses tersebut.
Berbagai cerita itu kemudian menjadi bagian dari proses kreatif dalam membangun lirik “Siapa Yang Tahan”, termasuk pengalaman mengenai hubungan yang tidak sehat, perlakuan verbal, hingga gaslighting.
Pengalaman Emosional Diterjemahkan Lewat Vokal
Meski materi lagunya bersinggungan dengan pengalaman emosional dalam sebuah hubungan, fokus penggarapan “Siapa Yang Tahan” tidak hanya berada pada cerita di balik lirik.
Andi dan Stevan berusaha menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi ekspresi musikal. Karena itu, karakter vokal Stevan menjadi salah satu elemen penting dalam proses rekaman.
Andi bahkan menekankan kepada Stevan bahwa sebagian lirik dalam lagu tersebut memiliki keterkaitan dengan pengalaman hidup.
“Part of the lyrics itu dari hidup. Jadi benar-benar dari hidup kamu,” ujar Andi kepada Stevan.
Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang digunakan dalam proses rekaman. Stevan tidak hanya dituntut menyanyikan nada dan menjaga teknik vokal, tetapi juga membangun rasa agar emosi dalam setiap bagian lagu dapat terdengar secara natural.
Proses itu membuat pengalaman personal menjadi salah satu sumber energi dalam interpretasi vokal Stevan.
Bukan Sekadar Lagu tentang Hubungan
Stevan berharap “Siapa Yang Tahan” tidak hanya didengar sebagai lagu yang bercerita tentang hubungan yang tidak sehat. Ia ingin karya tersebut dapat menjadi teman bagi pendengar sekaligus membawa pesan mengenai penghargaan terhadap diri sendiri.
“Harapannya semakin melihat proses tentang toxic relationship, terus makin menghargai diri sendiri, makin menjadi orang yang lebih baik lagi. Yang paling penting itu,” katanya.
Ia juga berharap lagu tersebut dapat menemukan tempat di playlist pendengar dan menemani aktivitas mereka sehari-hari.
“Aku pengen support banyak orang. Ketika orang pertama kali mendengar ini, mereka langsung masukin playlist mereka. Dan mungkin lagu ini bisa menjadi teman hari mereka,” ujar Stevan.
Kolaborasi Andi Rianto dan Stevan Pasaribu melalui “Siapa Yang Tahan” pada akhirnya mempertemukan dua elemen penting dalam sebuah karya musik: karakter vokal dan pengalaman emosional.
Di tangan Andi, cerita tersebut mendapatkan pendekatan musikal, sementara Stevan menerjemahkannya melalui warna suara dan penghayatan vokal. Proses panjang sejak gagasan kolaborasi muncul beberapa tahun lalu itu akhirnya menghasilkan sebuah karya yang membawa cerita personal ke dalam bentuk musik.












