Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Forbasi Kota Depok Gelar Kejurcab, Juara Wakili Depok Nuju Kejurda ke Jawa Barat

Depok || Radarpost.id

Forum Baris Indonesia (FORBASI) Kota Depok, menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Lomba Olahraga Baris-Berbaris dan kreasi Tingkat Kota Depok Tahun 2026 di Lapangan, Komplek Alun-alun GDC, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026). Di buka oleh Ketua Bidang organisasi, KORMI Kota Depok Bikman, mewakili Ketua KORMI Kota Depok.

Kejuaraan yang baru kali pertama digelar oleh Forum Baris Indonesia (FORBASI) Kota Depok, ini memeprtandingkan empat kategori dan diikuti 69 tim, diadakan di tingkat Kota Depok, ini merupakan ajang seleksi berjenjang, di mana tim yang keluar sebagai juara akan resmi lolos untuk bertanding di Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat Provinsi.

Wakil Ketua Forbasi dan sekaligus sebagai Ketua pelaksana Dony Eduardo, mengatakan Kejurcab 2026 merupakan kejuaraan tingkat Kota Depok pertama yang digelar Forbasi Kota Depok sejak organisasi tersebut terbentuk.

“Ini perdana, Kejurcab pertama di Kota Depok, setela masuk dalam naungan KORMI. Kita coba memberikan sesuatu yang berbeda dan tampilan yang baik untuk para peserta,” ungkapnya.

“FORBASI kini telah resmi bergabung menjadi anggota KORMI dan telah menerima SK yang diserahkan oleh pengurus KORMI (Ibu Nurlela dan Pak Bigman),” tambahnya.

Ia menjelaskan, yang dipertandingkan, yakni mencakup tingkat SMP, SMA/SMK, hingga tingkat klub kategori senior.

“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa. Ada total 69 tim se-Kota Depok. Bahkan penonton yang hadir sejak pagi sudah sekitar 1.000 orang dan diperkirakan terus bertambah,” sebut Dony.

Dia menjelaskan, kejurcab ini sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan tim-tim yang akan mewakili Kota Depok pada tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.

“Yang dilombakan ada kategori lomba meliputi Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB), Rukibra (Regu Kibra Bendera), serta Kreasi Formasi Musik (Farformus), juga menyiapkan trofi untuk diperebutkan para peserta, khususnya juara satu di setiap kategori,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB), KORMI Kota Depok Arif Qadarman mengungkapkan, olahraga baris-berbaris tidak sekadar menampilkan ketepatan gerakan dan kekompakan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan tanggung jawab.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua KORMI terhadap perkembangan olahraga baris-berbaris di Kota Depok. Dia berharap, para peserta terbaik yang terpilih nantinya mampu membawa nama daerah di tingkat provinsi dan meraih prestasi terbaik.

“Dukungan Pak Ketua KORMI Kota Depok Drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, luar biasa. Kegiatan hari ini juga disupport dan difasilitasi,” kata Arif.

“Berbicara baris-berbaris bukan hanya tentang posisi siap, langkah tegap, atau gerakan dalam setiap gerakannya. Di dalam baris-berbaris ada pelajaran yang dapat diambil dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, sabar, terus bergerak dan berdampak,” tambah Arif.

Menurut Arif, setiap anggota dalam sebuah tim memiliki tugas dan peran masing-masing. Ketika seluruh peran dijalankan dengan disiplin dan selaras, akan menghasilkan kekompakan serta harmoni yang menjadi kekuatan sebuah tim.

Lebih lanjut dia, berkomitmen mendukung berbagai upaya pembinaan generasi muda melalui program kepemudaan dan olahraga. Kejuaraan seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menggali potensi sekaligus menjaring talenta-talenta muda, termasuk yang berpeluang menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada masa mendatang.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi penguat silaturahmi dan meluaskan jejaring di antara kita untuk terus berdiri tegak, bergerak, dan berdampak,” katanya.

Hal ini menurut Arif, untuk memperkecil tingkat kenakalan remaja, menyalurkan ekspresi positif, serta melatih kedisiplinan, mental tangguh, jiwa patriotisme, dan bela negara.

“Harapannya dengan lomba bisa mengurangi ketergantungan pada gawai (gadget) serta mempererat silaturahmi antar sekolah dan pelajar melalui kegiatan yang positif,” pungkasnya. (**).