Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Annisa Dalimunthe Rilis ‘Hari Istimewa’, Lagu Ulang Tahun Anak Bernuansa Ceria

Penyanyi cilik diaspora Annisa Dalimunthe (7 tahun) merilis single ke-4 berjudul “Hari Istimewa”. (Foto: Manajemen Annisa Dalimunthe)

JAKARTA|| Radarpost.id

Penyanyi cilik diaspora Annisa Dalimunthe kembali menambah daftar karya musiknya. Di usia 7 tahun, Annisa merilis single keempat berjudul “Hari Istimewa” pada 26 September 2026.

Lagu tersebut menjadi kelanjutan perjalanan Annisa setelah sebelumnya merilis “Anugerah Terindah”, “Alhamdulillah (cover)”, dan “Merah Putih Gemilang”.

Berbeda dari sejumlah karya sebelumnya, “Hari Istimewa” menawarkan warna musik yang lebih ceria dan enerjik. Lagu ini dikemas dengan nuansa upbeat, danceable, serta sentuhan teatrikal yang membuatnya terasa seperti lagu untuk dinyanyikan bersama dalam sebuah perayaan.

Tema yang diangkat pun dekat dengan keseharian anak-anak, yakni tentang ulang tahun, kebersamaan dengan keluarga dan teman, serta berbagai momen yang layak dirayakan.

(dok pribadi)

“Aku ingin lagu ini membuat anak-anak merasa bahagia dan ingin bernyanyi serta menari. Semoga lagu ini bisa dipakai saat ulang tahun atau saat merayakan hari yang spesial bersama keluarga dan teman-teman,” kata Annisa.

Bukan Sekadar Lagu Ulang Tahun

“Hari Istimewa” tidak hanya ditempatkan sebagai lagu ulang tahun anak. Di dalamnya terdapat pesan mengenai kebahagiaan dan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang terdekat.

Dari sisi musik, lagu ini menggunakan pendekatan aransemen yang terinspirasi dari musikal Broadway. Energi pertunjukan menjadi salah satu elemen yang menonjol sehingga lagu tersebut dapat dinyanyikan secara berkelompok maupun menjadi bagian dari perayaan anak-anak.

Proses produksinya melibatkan sejumlah musisi dan pekerja musik. Lagu diciptakan sekaligus diproduksi Caturadi Septembrianto, dengan permainan gitar oleh Monty.

Proses rekaman dilakukan di Art Sound Studio bersama Hardi, sedangkan mixing dan mastering dikerjakan Raja di Ruang Hampa Studio.

Menariknya, karakter vokal Annisa juga tidak dibuat terlalu sempurna secara teknis. Pengucapan huruf “R” yang masih terdengar cadel justru dipertahankan sebagai bagian dari karakter vokalnya sebagai penyanyi cilik.

Annisa Bawa Identitas Indonesia dari Kuala Lumpur

Annisa merupakan anak diaspora Indonesia yang tumbuh di Kuala Lumpur, Malaysia. Kondisi tersebut turut memberikan warna tersendiri dalam perjalanan musiknya.

Pada “Hari Istimewa”, Annisa untuk pertama kalinya memasukkan bagian reff berbahasa Inggris dalam sebuah karya orisinalnya.

Penggunaan bahasa Inggris tersebut menjadi upaya memperluas jangkauan lagu agar dapat dipahami pendengar dari berbagai negara. Di saat yang sama, Annisa tetap membawa identitasnya sebagai anak Indonesia.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa musik anak juga dapat menjadi medium untuk memperkenalkan karya Indonesia kepada pendengar di luar negeri.

Annisa Juga Bawa Pesan Anti-Bullying

Selain bernyanyi dan menjalani aktivitas modelling, Annisa juga menjalankan peran sebagai Duta Anak Indonesia 2026 – Anti Bullying dari Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta.

Peran tersebut menjadi bagian lain dari aktivitas Annisa di luar musik. Ia diharapkan dapat menyampaikan pesan positif kepada anak-anak, terutama di tengah semakin besarnya konsumsi konten digital oleh generasi seusianya.

Bagi Annisa, “Hari Istimewa” menjadi bagian penting dari perkembangan musikalnya. Setelah empat karya, ia mulai memperlihatkan eksplorasi warna musik yang lebih beragam tanpa meninggalkan pesan positif yang dekat dengan dunia anak.

Lagu tersebut kini dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.

Bagi Annisa, harapannya sederhana: “Hari Istimewa” bisa menjadi lagu yang hadir dalam berbagai momen bahagia, termasuk ketika anak-anak meniup lilin ulang tahun dan bernyanyi bersama keluarga maupun teman.