Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jiacep: PINBAS Apresiasi Sarasehan Depok Inklusif, Perkuat Kerukunan dan Kebersamaan Generasi Muda

Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Kota Depok H. Acep Azhari (Jiacep).

Depok || Radarpost.id

Pusat Inkubasi Bisnis (PINBAS) memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan sarasehan bertajuk “Depok Kota Inklusif”, dalam Sarasehan Depok Kota Inklusif bersama MUI Kota Depok dengan Tema “Menguatkan Kerukunan Antarumat Beragama dalam Bingkai Kebersamaan Generasi Muda” di Aula Gedung Dakwah MUI Kota Depok. jalan. Nusantara Raya No. 5-7 Panmas, Kota Depok.

Acara ini dinilai sangat penting untuk menekankan bahwa inklusivitas di tengah masyarakat tidak hanya dibangun melalui agenda formal atau tokoh-tokoh keagamaan saja, melainkan juga harus melibatkan unsur generasi muda secara aktif.

Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Kota Depok H. Acep Azhari
menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah generasi muda. Hal ini didasari oleh tren riset indikator yang menunjukkan adanya penurunan tingkat loyalitas terhadap keagamaan di kalangan anak muda, di mana mereka cenderung lebih tertarik pada pergaulan Gezet, seni, musik, serta olahraga.

“Kita jangan sampai abai terhadap tren dari anak muda sekarang. Kita tetap harus memiliki kepedulian itu. Itulah kenapa sarasehan Depok Kota Inklusif ini dilaksanakan,” ujar H. Acep Azhari, usai menghadiri serasehan Depok Inklusif di Gedung MUI Depok, Rabu (14/10/2026).

Dalam pandangan H. Acep Azhari yang akrab disapa Jiacep mengatakan, kerukunan tidak lagi diwujudkan semata-mata karena adanya ancaman atau kedekatan dengan unsur kekuasaan.

“Ini luar biasa sarasehan melibat anak muda dan pelajar, sebab di era digital ini anak muda sangat terpengaruh dengan budaya barat, main Hp gezet, saya mendukung sarasehan depok inklusif ini,” tandasnya.

Menurut Jiacep, harus lahir secara murni dari gerakan sosial masyarakat bawah (bottom-up) yang memiliki semangat inklusif dan toleran.

“Melalui sinergi bersama gerakan kepemudaan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di Kota Depok dapat terus terjaga dan terwujud secara serentak,” ungkap Jiacep.

Jiacep (ujung kanan) saat bersama tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, di acara sarasehan Depok Inklusif, di Gedung MUI Depok, Rabu (14/10/2026).
Sarasehan ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi (seperti UI, PNJ, Al-Hikmah), organisasi siswa sekolah (OSIS) dari sejumlah SMA negeri, madrasah aliyah, pondok pesantren, hingga berbagai organisasi kepemudaan dari berbagai latar belakang agama.

“Hadir pula unsur lintas agama seperti Matakin, pemuda Islam, Katolik, Kristen, Hindu, serta dukungan penuh dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),” tandasnya.

Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa komitmen menjadikan Depok sebagai Kota inklusif adalah sebuah kenyataan yang nyata.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Chandra Hermansyah, turut menyampaikan dukungannya dan menegaskan bahwa kerukunan merupakan kondisi yang dinamis dan harus terus didampingi dengan sifat toleransi. (**).