Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jalan Cinere Raya Depok Mulai Diperbaiki, dari Simpang South City hingga Drainase dan Trotoar

Depok || Radarpost.id

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menata Jalan Cinere Raya, Kecamatan Cinere, dengan membangun saluran drainase dan trotoar serta mengaspal ulang jalan.

Pekerjaan yang dimulai sejak 14 September 2026 itu ditargetkan rampung pada 28 Desember 2026.

Kepala DPUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan, penataan dilakukan pada ruas jalan yang membentang dari Simpang South City hingga Jalan Bandung.

Pekerjaan tersebut juga mencakup pembuatan sodetan untuk mengatasi genangan air di sekitar Simpang South City.

“Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, memperlancar aliran air, dan mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Jalan Cinere Raya dekat Simpang SouthCity,” ujar Yodi, Rabu (14/10/2026).

Yodi menjelaskan, pengaspalan jalan akan dilakukan dengan ketebalan 10 sentimeter. Sementara itu, trotoar dibangun dengan lebar rata-rata 2,5 meter agar dapat menunjang kenyamanan pejalan kaki.

Adapun saluran drainase dibangun menggunakan box culvert berukuran 1 meter dan U-Ditch berukuran 80 sentimeter.

“Setelah tahap pembangunan saluran dan crossing tersebut rampung, pengerjaan akan dilanjutkan dengan crossing di Jalan Cinere Raya serta overlay pengaspalan jalan,” kata Yodi.

Proyek penataan Jalan Cinere Raya tersebut menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok sebesar Rp 9 miliar.

Yodi berharap penataan ini dapat mengoptimalkan fungsi jalan dan saluran drainase sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih nyaman serta masalah genangan air di sekitar Simpang SouthCity dapat ditangani.

Selain penataan Jalan Cinere Raya, DPUPR Kota Depok juga mengerjakan pelebaran jalan di kawasan Simpang Parung Bingung yang mempertemukan Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Meruyung, dan Jalan Raya Muchtar.

Terlihat, dua ekskavator terlihat menggali tanah di persimpangan tersebut. Di dekat Masjid Al-Hidayah, satu ekskavator terlihat menyusun batu kali untuk lapisan pondasi jalan. Material tersebut diangkut menggunakan dua truk besar. Pengerjaan pelebaran Simpang Parung Bingung dimulai pada Senin (12/10/2026).

Pelaksana pekerja lapangan, Arif, mengatakan, pekerjaan saat ini berfokus pada penggalian tanah untuk meratakan permukaan jalan atau leveling sebelum memasuki tahap pengaspalan.
“Yang dikerjain ya untuk leveling di ini aja dulu, galian,” ujar Arif saat ditemui di lokasi.

Pada tahap pertama, pelebaran jalan dilakukan dari depan Fore Coffee menuju Jalan Raya Muchtar hingga kawasan Masjid Al-Hidayah, dengan panjang sekitar 424 meter.

Arif menjelaskan, penggalian awal dilakukan dari depan Fore Coffee hingga persimpangan menuju Jalan Raya Muchtar.

Menurut Arif, pengerjaan tahap pertama tidak mengganggu arus lalu lintas karena pekerjaan dilakukan di sisi pinggir jalan. Arus lalu lintas di Simpang Parung Bingung terpantau cukup lancar.

Kemacetan hanya terlihat di Jalan Raya Muchtar arah Kali Angsana, tetapi kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pengerjaan pelebaran jalan.

Sebelumnya, Yodi mengatakan, pelebaran Simpang Parung Bingung direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Pekerjaan tahun ini difokuskan pada sisi timur Jalan Raya Muchtar, mulai dari kawasan Simpang Parung Bingung.

Di area yang lahannya telah dibebaskan, DPUPR akan membuka jalur baru sepanjang sekitar 424 meter.

Pembangunan jalur tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperbaiki konektivitas di kawasan Simpang Parung Bingung dan sekitarnya, termasuk ruas yang terhubung dengan Jalan Raya Sawangan dan Jalan Meruyung Raya. (**).