JAKARTA|| Radarpost.id
Raihaanun kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film Beautiful Pain. Memerankan Niken, seorang perempuan yang berusaha bangkit setelah keluar dari pernikahan toxic, Raihaanun menghadirkan potret perjuangan perempuan yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Film produksi Dapur Film ini mengangkat kisah Niken yang harus menghadapi berbagai persoalan setelah memutuskan berpisah dari suaminya, Dirga, yang diperankan Baim Wong. Keputusan tersebut bukan akhir dari masalah. Niken justru harus berjuang membangun hidup dari nol, memperjuangkan hak asuh anak, hingga menghadapi pelecehan seksual dan fitnah.
Kisah tersebut menjadi salah satu daya tarik Beautiful Pain yang menggelar gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Film garapan sutradara Dmaz Brodjonegoro ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Raihaanun Dalami Perjuangan Niken yang Tak Mudah
Lewat karakter Niken, Raihaanun menggambarkan sosok perempuan yang berusaha mempertahankan martabatnya di tengah tekanan kehidupan. Niken memilih meninggalkan kenyamanan materi demi keluar dari hubungan yang tidak sehat dan memberikan masa depan lebih baik bagi kedua anaknya.
Namun, kehidupan setelah perceraian ternyata tidak berjalan mudah. Selain harus memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, Niken menghadapi lingkungan yang justru meragukan dirinya ketika ia mengalami pelecehan seksual dan fitnah.

Situasi tersebut membuat perjuangan Niken terasa semakin berat. Ia tidak hanya harus memulihkan diri dari pengalaman pahit, tetapi juga menghadapi stigma sosial yang kerap menyudutkan perempuan ketika berani mengungkapkan pengalaman buruknya.
Raihaanun mengaku karakter Niken memiliki pergulatan emosional yang kuat. Menurutnya, banyak perempuan yang pernah mengalami masa sulit dan berusaha menemukan kembali kekuatan untuk melanjutkan hidup.
“Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic,” ujar Raihaanun dalam gala premiere Beautiful Pain.
Ia juga menyoroti beratnya posisi perempuan yang berusaha bangkit, tetapi kembali menghadapi pelecehan dan fitnah. Dalam situasi seperti itu, dukungan dari lingkungan menjadi penting agar korban tidak merasa sendirian.
“Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan,” tuturnya.
Bukan Sekadar Kisah Perceraian
Beautiful Pain tidak hanya bercerita tentang berakhirnya sebuah pernikahan. Film ini juga memperlihatkan bagaimana perempuan harus menghadapi konsekuensi sosial setelah mengambil keputusan untuk meninggalkan hubungan yang menyakitkan.
Melalui perjalanan Niken, penonton diajak melihat persoalan yang kerap luput dari perhatian, mulai dari perjuangan ibu tunggal, perebutan hak asuh anak, hingga kecenderungan masyarakat menyalahkan korban kekerasan seksual.
Keberanian Niken untuk bersuara menjadi bagian penting dalam cerita. Ia memilih melawan ketakutan dan stigma demi mempertahankan harga dirinya serta memperjuangkan masa depan anak-anaknya.
Sutradara Dmaz Brodjonegoro mengatakan film ini dibuat bukan semata-mata untuk menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai persoalan yang masih dianggap tabu.
“Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan-perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita,” kata Dmaz.
Menurutnya, perempuan sering kali tidak memiliki ruang aman untuk berbicara ketika mengalami kekerasan atau perlakuan yang menyakitkan. Karena itu, ia berharap film ini dapat mendorong penonton untuk lebih berempati terhadap orang-orang yang sedang menghadapi persoalan serupa.
Produser Hanung Bramantyo turut mendukung visi kemanusiaan yang dibawa Dmaz dalam menggarap film tersebut. Sementara itu, Executive Producer Nikita Mirzani menegaskan bahwa kisah yang diangkat Beautiful Pain bukan hanya milik satu orang, melainkan dapat mewakili pengalaman banyak perempuan Indonesia.
Beautiful Pain Ajak Perempuan Berani Bangkit
Pesan tentang keberanian dan pemulihan juga terasa dalam instalasi kupu-kupu yang menghiasi lobi Epicentrum XXI saat gala premiere. Puluhan kertas berbentuk kupu-kupu tersebut memuat curahan hati anonim mengenai trauma, perselingkuhan, kekerasan, hingga perjuangan seorang ibu tunggal.
Instalasi itu menjadi simbol perubahan dan harapan bahwa pengalaman menyakitkan bukan berarti seseorang kehilangan kesempatan untuk kembali bahagia.
Melalui karakter Niken, Beautiful Pain ingin menyampaikan bahwa meninggalkan hubungan yang tidak sehat bukanlah tanda kekalahan. Sebaliknya, keputusan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Diperankan Raihaanun sebagai Niken dan Baim Wong sebagai Dirga, film ini juga dibintangi Tarra Budiman, Anantya Kirana, Evano Zyan, Jajang C. Noer, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Berlliana Lovel, dan Anastasia Herzigova.
Mengusung pesan Fight the Trauma, Beautiful Pain akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini mengajak penonton memahami bahwa di balik perjuangan seseorang untuk bangkit, ada luka yang tidak selalu terlihat dan keberanian yang tidak selalu mudah dilakukan.












