Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Tren Kecantikan Bergeser ke Kualitas Kulit, Dea Mirabelle Gelar Collagen Investment Summit 2026

Acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan klinik tersebut sejak 2016.(Rr)

JAKARTA|| Radarpost.id

Tren perawatan estetika kini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan kontur wajah, tetapi juga semakin menaruh perhatian pada kualitas dan kesehatan kulit. Perubahan minat tersebut mendorong pentingnya edukasi agar masyarakat memahami pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit, bukan sekadar mengikuti produk yang sedang populer.

Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Collagen Investment Summit 2026 yang digelar Dea Mirabelle Aesthetic Clinic di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Sabtu (17/10/2026). Acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan klinik tersebut sejak 2016.

Melalui kegiatan ini, Dea Mirabelle mengangkat pentingnya pemahaman mengenai perawatan kolagen atau collagen treatment, mulai dari perbedaan jenis perawatan, asesmen dokter, hingga penyusunan rencana perawatan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.

Medical Director Dea Mirabelle Aesthetic Clinic, Dr. Venny Wijaya, M.Biomed.(AAM), mengatakan penyelenggaraan summit tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat di tengah beragamnya pilihan perawatan kolagen yang tersedia di pasaran.

Menurut Venny, tidak sedikit pasien yang masih bingung membedakan karakteristik setiap jenis perawatan dan menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan kulit mereka.

“Jangan asal pilih berdasarkan merek atau apa yang paling populer saat ini. Pilih yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit pasien,” ujar Venny saat diwawancarai awak media.

Dari Kontur Wajah ke Kualitas Kulit

Dalam wawancara tersebut, Venny juga menyoroti perubahan minat pasien selama satu dekade terakhir. Jika sebelumnya perawatan estetika lebih banyak diarahkan pada pembentukan kontur wajah, kini perhatian pasien mulai bergeser pada upaya mendapatkan kulit yang sehat dan terawat tanpa harus mengubah bentuk alami wajah.

“Dulu peminatan treatment lebih fokus ke contouring, bagaimana membuat kontur wajah yang lebih proporsional dan ideal. Sekarang, pasien lebih tertarik pada bagaimana mendapatkan kulit yang sehat dan optimal tanpa mengubah bentuk wajah,” katanya.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kecantikan semakin berkaitan dengan kualitas kulit, termasuk tekstur, hidrasi, elastisitas, garis halus, dan tanda-tanda penuaan.

Meski demikian, kebutuhan perawatan setiap orang tidak dapat disamaratakan. Dua orang dengan usia yang sama bisa memiliki kondisi kulit dan tujuan perawatan yang berbeda.

Ada pasien yang ingin memperbaiki tekstur kulit, sementara yang lain membutuhkan penanganan untuk masalah jerawat, flek, atau perubahan elastisitas kulit. Perbedaan tersebut membuat konsultasi dan pemeriksaan dokter menjadi bagian penting sebelum menentukan prosedur.

Collagen Treatment Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kulit

Dalam Collagen Investment Summit 2026, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sejumlah bahan yang digunakan dalam prosedur terkait kolagen, di antaranya calcium hydroxylapatite (CaHA), poly-L-lactic acid (PLLA), polycaprolactone (PCL), dan recombinant collagen.

Setiap bahan memiliki karakteristik, indikasi, serta profil risiko yang berbeda. Karena itu, pemilihan prosedur tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas merek atau rekomendasi yang beredar di media sosial.

Calon pasien perlu memahami manfaat yang diharapkan, keterbatasan tindakan, kemungkinan efek samping, serta kebutuhan evaluasi lanjutan. Dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi kulit, riwayat kesehatan, kontraindikasi, dan target yang ingin dicapai pasien.

Pendekatan ini penting agar perawatan estetika menjadi keputusan yang terinformasi, bukan sekadar respons terhadap tren kecantikan.

ARLETHA Collagen Investment Cycle, Perawatan Direncanakan Bertahap

Pada momentum perayaan satu dekade tersebut, Dea Mirabelle memperkenalkan ARLETHA™ Collagen Investment Cycle, sebuah kerangka perencanaan perawatan yang mengutamakan asesmen menyeluruh dan penyesuaian tindakan berdasarkan kebutuhan pasien.

Venny menjelaskan, pendekatan ini dimulai dengan penilaian kondisi kulit, penentuan prioritas, pemilihan kategori perawatan, serta evaluasi berkala.

Perencanaan dapat disusun untuk periode tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun, bergantung pada kondisi dan tujuan perawatan pasien.

Ia mengibaratkan proses tersebut seperti menyusun strategi investasi keuangan. Keputusan tidak cukup hanya berdasarkan instrumen yang sedang populer, tetapi perlu mempertimbangkan profil risiko dan tujuan yang ingin dicapai.

Prinsip serupa diterapkan dalam perencanaan perawatan kulit. Dokter dan pasien perlu menyepakati target yang realistis sebelum menentukan pilihan prosedur.

Dengan pendekatan tersebut, perawatan kolagen diposisikan sebagai rangkaian yang direncanakan dan dievaluasi, bukan sekadar keputusan memilih produk atau menjalani satu kali tindakan.

Namun, rencana perawatan tetap harus mengikuti pertimbangan medis. Jenis prosedur, jumlah sesi, dan interval tindakan perlu ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan serta respons pasien.

Dr. Regina dan Dr. Zaneta Soroti Kebutuhan Pasien yang Beragam

Selain Dr. Venny, perspektif mengenai pelayanan estetika juga disampaikan oleh Dr. Regina dan Dr. Zaneta yang menjadi bagian dari tim dokter Dea Mirabelle.

Dr. Regina, yang lebih banyak berpraktik di cabang BSD, menyoroti perjalanan satu dekade klinik yang tidak terlepas dari kontribusi tim dan dukungan pasien.

Menurut keterangan dalam wawancara, keberadaan pasien yang terus mempercayakan perawatannya menjadi bagian penting dari perjalanan klinik. Ia berharap layanan yang diberikan dapat terus berkembang untuk membantu pasien memilih perawatan sesuai kebutuhan mereka.

Sementara itu, pembahasan bersama Dr. Zaneta menyoroti beragamnya keluhan pasien yang datang untuk berkonsultasi. Permasalahan tersebut dapat berupa jerawat, flek, hingga perubahan elastisitas kulit seiring bertambahnya usia.

Kebutuhan pasien yang lebih muda pun dapat berbeda dari mereka yang ingin mengatasi tanda-tanda penuaan. Karena itu, usia tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan dalam menentukan prosedur estetika.

Konsultasi menjadi tahap awal untuk memahami kondisi kulit dan harapan pasien. Setelah pemeriksaan, dokter dapat menjelaskan pilihan perawatan yang relevan, tahapan yang diperlukan, serta risiko yang perlu dipertimbangkan.

Pilihan layanan estetika sendiri cukup beragam, mulai dari perawatan kulit dasar dan peeling hingga prosedur injeksi serta penggunaan perangkat berbasis teknologi medis. Meski demikian, tidak semua jenis tindakan cocok untuk setiap pasien.

Perawatan Estetika Bukan Hanya untuk Perempuan

Perkembangan dunia estetika juga memperluas pembahasan mengenai perawatan diri bagi laki-laki. Kesehatan dan penampilan kulit bukan hanya menjadi perhatian perempuan, tetapi juga laki-laki yang ingin menjaga kondisi kulit agar tetap terawat.

Di sisi lain, kebutuhan perawatan tidak selalu ditentukan oleh usia atau besarnya anggaran. Pasien perlu memahami prioritasnya dan mempertimbangkan prosedur berdasarkan kondisi kulit, indikasi medis, serta kemampuan masing-masing.

Dea Mirabelle juga memiliki sister brand di bidang kedokteran gigi dan estetika, yang disebut sebagai Looks Dental & Aesthetic. Kehadiran layanan tersebut memperluas pembahasan mengenai perawatan diri, yang tidak hanya mencakup kulit wajah, tetapi juga kesehatan gigi dan mulut.

Dalam konteks gaya hidup, pemahaman mengenai perawatan diri menjadi penting agar masyarakat tidak semata-mata mengejar perubahan penampilan. Kebiasaan merawat kulit, memperoleh informasi yang tepat, dan berkonsultasi dengan tenaga medis merupakan bagian dari pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab.

Sepuluh Tahun Perjalanan dan Komitmen Edukasi

Collagen Investment Summit 2026 menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Dea Mirabelle Aesthetic Clinic. Selain sesi edukasi, rangkaian acara mencakup kegiatan interaktif dan apresiasi bagi komunitas pasien yang telah menjadi bagian dari perjalanan klinik.

Venny mengatakan, pengembangan kompetensi dokter dan edukasi pasien menjadi hal yang terus diupayakan sejak awal klinik berdiri. Pelatihan, lokakarya, dan seminar internal menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan tim dokter, sementara konsultasi menjadi sarana untuk membantu pasien memahami pilihan perawatan.

Melalui tema “Not One Treatment; A Personalized Collagen Journey”, Dea Mirabelle menekankan pendekatan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Di tengah semakin beragamnya pilihan perawatan estetika, masyarakat perlu memahami bahwa hasil dan respons setiap orang dapat berbeda. Pemilihan prosedur sebaiknya didasarkan pada asesmen dokter, pertimbangan manfaat dan risiko, serta target yang realistis.

Dengan demikian, perawatan kolagen tidak hanya dipahami sebagai tren kecantikan, tetapi juga sebagai keputusan terkait perawatan diri yang memerlukan informasi memadai dan pertimbangan medis.