Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Semangat “Santri Menguatkan Negeri”, Pradi Supriatna Ajak Santri Ambil Peran Nyata di Era Modern

Anggota DPRD Provinsi Jabar Pradi Supriatna, S. Kom, MM.Si, (Foto dokumen. Dani).

Depok || Radarpost.id

Momen peringatan Hari Santri menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, menegaskan pentingnya apresiasi dan perhatian lebih terhadap pondok pesantren agar mampu mencetak generasi yang berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas.
Mengusung tagline “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”,.

Pradi menyampaikan bahwa pesantren memiliki tiga pilar utama yang menjadi pondasi kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi/masyarakat.

“Kita tahu bahwa ada tiga hal pokok dasar dari pesantren: yang pertama adalah pendidikan, yang kedua dakwah, dan yang ketiga adalah pemberdayaan,” kata Pradi, saat ditemui usai menghadiri kegiatan Peringatan Hari Santri, pada Kamis (22/10/2026).

“Mudah-mudahan dengan momentum Hari Santri ini, serta hadirnya wadah seperti Ditjen Pesantren, perhatian kepada pondok pesantren akan semakin menguat,” ujar Pradi.

Pradi menuturkan, sejarah mencatat bahwa santri dan pesantren di Kota Depok memiliki kontribusi yang luar biasa sejak ratusan tahun lalu dalam menjaga moralitas, keagamaan, serta perjuangan membela tanah air.

Dengan hadirnya payung hukum serta regulasi dan wadah yang semakin kuat dari tingkat pusat hingga daerah, ia optimistis landasan bagi tumbuh kembangnya pesantren akan semakin kokoh.
“Kalau ditanya soal peran, dari ratusan tahun lalu peran santri sudah sangat luar biasa buat Kota Depok,” ucapnya.

“Apalagi hari ini landasan secara hukum jauh lebih kuat. Hal ini akan memudahkan kita dalam membangun dan menyelaraskan program dari tingkat pusat, provinsi, hingga kota,” jelasnya.

Pradi, yang juga Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra, mempertegas harapannya agar para santri terus memperkuat barisan dan tidak ragu untuk mengambil peran strategis di era modern, menjelang visi besar Indonesia Emas.

Cinta tanah air yang diajarkan oleh para pendahulu harus menjadi dorongan utama untuk membawa Indonesia menuju kemajuan (Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur).

“Harapan kita tentu menjelang Indonesia Emas, kita kuatkan barisan dari para santri di pondok-pondok pesantren. Dengan niat para pendahulu dan rasa cinta pada tanah air, santri harus terus menguatkan negeri,” pungkasnya. (**).