Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Fahira Idris Gelar Donor Darah, 240 Pendonor Sambut Sumpah Pemuda 2026

Jakarta // Radarpost.id

Menyambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris, menggelar bakti sosial dan donor darah di Aula Kantor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 240 pendonor ini menjadi wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus momentum memperkuat semangat persatuan dan gotong royong. Acara tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, dan Bang Japar.

Selain menyambut Hari Sumpah Pemuda, kegiatan kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 22 Tahun DPD RI dan Milad ke-9 Bang Japar.

Fahira Idris mengatakan, ketiga momentum itu memiliki pesan yang sama, yakni persatuan, pengabdian, dan kepedulian kepada sesama. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga persatuan, tetapi juga bagaimana persatuan itu melahirkan kepedulian dan aksi nyata. Donor darah adalah salah satu wujud paling tulus dari persatuan dan kemanusiaan,” ujar Fahira di sela-sela kegiatan.

Senator asal Jakarta itu menegaskan, melalui donor darah, masyarakat dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain tanpa memandang latar belakang maupun hubungan pribadi.

“Kita mendonorkan darah tanpa pernah bertanya siapa yang akan menerimanya. Kita mungkin tidak saling mengenal, tetapi melalui setetes darah, kita saling menjaga kehidupan. Inilah semangat persaudaraan yang harus terus kita rawat di Jakarta,” katanya.

Fahira menjelaskan, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan juga bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Terlebih, Jakarta memiliki jumlah penduduk besar dan menjadi salah satu pusat rujukan layanan kesehatan nasional.

Kebutuhan darah diperlukan oleh berbagai kalangan pasien, mulai dari penderita talasemia, kanker, anemia berat, ibu melahirkan yang mengalami komplikasi, korban kecelakaan, hingga pasien yang menjalani operasi dan membutuhkan transfusi.

Menurut Fahira, kebutuhan darah tidak mengenal waktu, sementara masa simpannya terbatas. Karena itu, ketersediaan stok darah harus dijaga melalui partisipasi pendonor sukarela secara rutin, bukan hanya ketika terjadi kekurangan stok atau ada pasien yang membutuhkan darah dalam keadaan mendesak.

“Di balik setiap kantong darah, ada harapan seseorang untuk sembuh, ada keluarga yang menunggu orang tercintanya pulang, dan ada kehidupan yang harus kita perjuangkan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, satu kantong darah berpotensi membantu hingga tiga pasien apabila komponen darahnya dapat dipisahkan sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian, para pendonor memiliki peran penting dalam membantu pasien mendapatkan kesempatan untuk pulih.

“Para pendonor adalah pahlawan kemanusiaan yang sesungguhnya. Mereka memberikan sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh uang, yaitu kesempatan bagi orang lain untuk melanjutkan kehidupan,” tegas Fahira.

Lebih lanjut, Fahira menyoroti pentingnya ketersediaan darah untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan bencana. Sebagai kota metropolitan dengan beragam risiko kedaruratan, Jakarta membutuhkan sistem penyediaan darah yang kuat dan didukung partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga kelompok pemuda, agar menjadikan donor darah sebagai agenda rutin.

Fahira berharap peringatan hari besar nasional, seperti Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, maupun hari jadi institusi, dapat dimanfaatkan untuk memperluas gerakan donor darah.

“Alangkah baiknya jika setiap peringatan hari besar nasional tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga aksi kemanusiaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Bayangkan jika semakin banyak institusi dan komunitas menjadikan donor darah sebagai tradisi,” tuturnya.

Menurutnya, kebiasaan mendonorkan darah secara rutin bukan hanya membantu menjaga persediaan darah, tetapi juga memperkuat solidaritas dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Bukan hanya stok darah yang semakin terjaga, tetapi budaya solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat juga semakin kuat. Mari kita jadikan donor darah sebagai budaya,” ajaknya.

Fahira mengungkapkan, kegiatan donor darah di Pulo Gadung merupakan bagian dari gerakan sosial dan kemanusiaan yang dijalankannya bersama Bang Japar sejak 2021.

Setelah menyelenggarakan kegiatan di lima kota administrasi di Jakarta, gerakan tersebut diperluas secara bergiliran ke 44 kecamatan. Bang Japar berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa hingga menjangkau 267 kelurahan di DKI Jakarta.

Konsistensi gerakan donor darah itu sebelumnya mendapat apresiasi dari PMI Provinsi DKI Jakarta melalui penghargaan yang diberikan kepada Bang Japar pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia, 14 Juni 2025.

Fahira menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kepedulian warga Jakarta, relawan, serta seluruh pihak yang mendukung gerakan donor darah secara berkelanjutan.

“Bang Japar ingin terus membuktikan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus benar-benar membawa manfaat bagi warga. Sesuai semangat perjuangan kami, Berbuat dan Bermanfaat untuk Sesama, Bang Japar harus hadir bukan hanya dalam kegiatan besar, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan, pendampingan, dan kepedulian,” katanya.

Fahira juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, jajaran Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, pengurus dan relawan Bang Japar Jakarta Timur serta Pulo Gadung, dan seluruh warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap setiap tetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan baru bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

“Terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah menjadi Pahlawan Darah Indonesia. Semoga setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Fahira Idris.