Depok || Radarpost.id
PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) bersama PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pondok Petir Tanggap Bencana di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.
Program ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir melalui pendekatan yang inklusif, termasuk mendorong keterlibatan perempuan sebagai penggerak kesiapsiagaan di tingkat komunitas, disertai peningkatan kapasitas warga, pengelolaan sampah, penyediaan sarana tanggap darurat, serta edukasi keselamatan kelistrikan.
Program tersebut berangkat dari pemetaan sosial yang mengidentifikasi sejumlah tantangan di wilayah Pondok Petir, mulai dari pengelolaan sampah yang belum optimal hingga keterbatasan sarana pendukung penanganan banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena persoalan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan keselamatan warga, tetapi juga dapat berdampak pada fasilitas umum dan infrastruktur kelistrikan di sekitarnya.
Melalui program ini, PLN mendorong pembentukan Tim Tanggap Bencana yang inklusif dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif sebagai salah satu penggerak kesiapsiagaan masyarakat. Warga mendapatkan pelatihan tanggap darurat, pengelolaan dan pengolahan sampah, serta edukasi mengenai pemanfaatan listrik secara aman dan potensi bahaya kelistrikan, terutama dalam kondisi darurat dan banjir. Kesiapan warga juga diperkuat melalui penyediaan sarana pendukung berupa gerobak sampah listrik, perahu karet, life jacket, ban pelampung, sepatu boots, wearpack anti air, handy talky, tenda peleton, puluhan tempat sampah organik, serta berbagai perlengkapan kebersihan.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan keberhasilan program kesiapsiagaan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki peran strategis dalam keluarga dan lingkungan, menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
“Kami berharap program ini mampu membangun budaya gotong royong, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kolaborasi antara PLN, pemerintah kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” ujar Munawwar.
Manager PLN UP2B Jakban, Akhmad Duli, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya diarahkan pada penyediaan sarana, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar dapat melakukan langkah awal secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Ketangguhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kelistrikan. Melalui Program Pondok Petir Tanggap Bencana, kami ingin memperkuat kapasitas warga, termasuk keterlibatan perempuan. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan peralatan yang memadai, warga diharapkan dapat melakukan respons awal dengan lebih terkoordinasi sembari mendukung penanganan lanjutan oleh pihak terkait,” ujar Duli.
Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha R., S.STP., mengapresiasi dukungan PLN yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga sekaligus memperbaiki pengelolaan lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan yang diberikan kepada Kelurahan Pondok Petir. Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana serta mengelola lingkungan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat budaya gotong royong dan menjadikan Pondok Petir semakin siap, aman, dan tangguh,” ujar Rengga.
Program Pondok Petir Tanggap Bencana diarahkan agar kesiapsiagaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan maupun penyerahan bantuan. Tim yang terbentuk diharapkan dapat mengelola sarana secara berkelanjutan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menjadi penggerak kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan warga yang inklusif dan kapasitas masyarakat yang semakin baik, respons awal saat banjir diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi. Bagi PLN, kesiapsiagaan masyarakat di sekitar infrastruktur kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan serta mempercepat koordinasi dan pemulihan layanan kelistrikan ketika terjadi kondisi darurat.












