Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

AKSARA Hadirkan Fasilitas Pintu Kamar Mandi untuk Masjid dan Musala di Bogor Selatan

KOTA BOGOR||Radarpost.id

Kenyamanan dalam beribadah tidak hanya berkaitan dengan ruang utama masjid dan musala. Fasilitas penunjang yang digunakan jamaah sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam menciptakan tempat ibadah yang nyaman dan layak.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan Aksi Sosial Kemanusiaan Rakyat (AKSARA) menggulirkan program pemasangan pintu kamar mandi untuk sejumlah masjid dan musala di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Pada tahap pertama, sebanyak 17 pintu berbahan besi dipasang di sejumlah lokasi yang tersebar di Kelurahan Cipaku, Genteng, Empang, Cikaret, dan Pakuan. Penggunaan material besi dipilih agar lebih kuat, awet, dan memberikan kenyamanan bagi jamaah.

Program ini merupakan hasil kerja sama Yayasan AKSARA dengan RS UMMI Kota Bogor dan akan terus dilanjutkan dengan menyasar masjid dan musala lain yang membutuhkan.

Ketua Yayasan AKSARA, Ibrahim Askar, S.I.P., M.I.P., atau yang akrab disapa Kang Ibrahim, mengatakan program tersebut berangkat dari kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan.

“Kadang kebutuhan yang terlihat sederhana justru sangat dirasakan masyarakat. Kalau kita bisa membuat jamaah lebih nyaman dalam beribadah melalui sesuatu yang sederhana, insyaallah itu juga bagian dari kebaikan,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, kepedulian terhadap fasilitas masjid juga merupakan bagian dari nilai keislaman.

“Masjid adalah tempat umat mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, sudah semestinya kita ikut menjaga kenyamanan dan fasilitasnya. Islam mengajarkan khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Kebutuhan penggantian pintu juga dirasakan langsung oleh pengurus masjid. Di Masjid Arrohmah, Kelurahan Empang, misalnya, pengurus mengungkapkan pintu kamar mandi berbahan plastik sebelumnya sudah beberapa kali diganti karena mudah rusak hingga jebol.

“Pintu sebelumnya sudah beberapa kali diganti karena berbahan plastik dan akhirnya jebol. Dengan adanya pintu besi ini kami sangat terbantu. Harapannya lebih awet dan jamaah lebih nyaman,” ujar pengurus DKM Masjid Arrohmah.

Sementara di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Cipaku, persoalannya berbeda. Pintu kamar mandi sebelumnya kerap terkunci sendiri sehingga mengganggu kenyamanan jamaah.

“Kelihatannya memang sederhana, tetapi cukup mengganggu kalau pintu sering terkunci sendiri. Apalagi ketika sedang dibutuhkan. Dengan pintu yang baru, mudah-mudahan jamaah lebih nyaman,” kata pengurus DKM Masjid Baiturrahman.

Bagi Ibrahim, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial sebaiknya dimulai dari kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia sendiri telah aktif dalam kegiatan sosial sejak SMA dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.

“Bagi saya, kegiatan sosial harus dekat dengan masyarakat. Kita lihat langsung kebutuhannya, dengarkan warga, lalu kita bantu sesuai kemampuan. Tidak harus selalu besar, yang penting manfaatnya nyata,” katanya.

AKSARA berkomitmen melanjutkan program tersebut secara bertahap. Masjid dan musala yang memiliki kebutuhan serupa akan menjadi sasaran berikutnya.

“Insyaallah ini bukan berhenti di 17 pintu. Kita akan terus mencari masjid dan musala yang memang membutuhkan. Sedikit demi sedikit, mudah-mudahan semakin banyak tempat ibadah yang bisa kita bantu,” ujar Kang Ibrahim.