Jakarta|| Radarpost.id
Trio komedian Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kembali meramaikan layar lebar lewat film terbaru mereka, GJLS: Berapi-Api. Mengusung genre komedi drama, film garapan sutradara Monty Tiwa ini menawarkan cerita persahabatan yang dibalut dengan aksi kocak tiga sahabat yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran.
Rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi memperkenalkan poster revisi kedua, official trailer, serta original soundtrack berjudul Api dan Mimpi yang dibawakan oleh Barasuara dalam konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Berbeda dari film sebelumnya, GJLS: Ibuku Ibu-ibu, film GJLS: Berapi-Api hadir dengan cerita baru yang mengangkat perjuangan, solidaritas, dan dinamika persahabatan dalam situasi yang tidak terduga. Kali ini, ketiganya mencoba menghadirkan sisi lain kehidupan petugas pemadam kebakaran melalui pendekatan komedi yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Dalam trailer yang diperkenalkan, penonton diajak mengikuti perjalanan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran. Namun, harapan untuk menjadi pahlawan justru diwarnai berbagai kejadian absurd ketika mereka menjalani pelatihan bersama regu Algojo Api.
Alih-alih langsung menghadapi kobaran api besar, ketiganya justru dihadapkan pada beragam tugas yang mengundang gelak tawa. Mulai dari operasi mengambil rapor anak sekolah dasar hingga membantu penyelamatan Yono Bakrie yang kepalanya tersangkut di jeruji pagar.
Rigen Rakelna mengatakan film ini tidak hanya berfokus pada komedi, tetapi juga ingin memperlihatkan sisi heroik petugas pemadam kebakaran yang selama ini hadir membantu masyarakat.
“Tujuan kami di film ini nggak cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua,” ujar Rigen.
Di balik berbagai adegan komedi, GJLS: Berapi-Api juga menempatkan persahabatan sebagai salah satu elemen utama cerita. Hal tersebut terlihat saat Ananta Rispo tak kuasa menahan air mata ketika berbicara mengenai kebersamaannya dengan Rigen dan Hifdzi dalam konferensi pers.
“Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” kata Rispo yang kemudian mendapat pelukan dari kedua rekannya.
Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan trio GJLS yang tidak hanya terbangun di depan kamera, tetapi juga dalam perjalanan mereka sebagai sahabat dan rekan berkarya.
Hifdzi Khoir mengungkapkan film terbaru mereka berupaya mempertahankan karakter komedi yang telah dikenal penonton, sembari memperluas kedalaman cerita dan emosi para tokohnya.
“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” tutur Hifdzi.
“Iini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia,” lanjutnya.
Sementara itu, sutradara Monty Tiwa menyebut GJLS: Berapi-Api dirancang sebagai film dengan cerita yang berbeda dari karya sebelumnya. Film ini juga diarahkan agar dapat dinikmati oleh penonton lintas generasi, termasuk keluarga.
“GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya didesain untuk bisa ditonton bersama keluarga,” kata Monty.
Dari sisi musikalitas, film ini turut menggandeng Barasuara untuk menggarap lagu orisinal berjudul Api dan Mimpi. Kehadiran band rock tersebut diharapkan dapat memperkuat atmosfer film, terutama dalam membangun semangat dan dinamika perjalanan para karakter.
Lagu ini sekaligus menjadi bagian dari identitas musikal GJLS: Berapi-Api, yang memadukan komedi, drama, dan semangat kepahlawanan dalam satu cerita.
Film ini juga didukung sejumlah pemeran, di antaranya Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani atau Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
Sebelum konferensi pers berakhir, peluncuran poster dan trailer sempat diwarnai kejadian kocak. Rigen, Rispo, dan Hifdzi yang hendak membuka tirai hitam berukuran besar justru tersangkut tali hingga seremoni tidak berjalan sesuai rencana.
Rigen bahkan harus menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kehadiran regu Algojo Api yang datang dengan sirene dan mengambil alih proses pembukaan tirai pun menjadi bagian dari aksi komedi yang menghibur para tamu undangan.
Setelah melalui dua kali revisi poster yang sempat menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar GJLS, materi promosi film ini akhirnya diperkenalkan secara resmi tanpa sensor.
GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026. Film ini menawarkan perpaduan komedi, drama persahabatan, dan cerita tentang profesi pemadam kebakaran yang dikemas melalui sudut pandang khas trio GJLS..












