Jakarta|| Radarpost.id
Konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen yang menghadirkan Marcello Tahitoe alias Ello dan Sandhy Sondoro dipastikan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (1/11/2026). Seluruh tiket konser yang dipromotori TipTip tersebut ludes terjual dalam waktu kurang dari satu jam sejak penjualan resmi dibuka.
Konser ini menawarkan pertemuan karya-karya legendaris The Beatles dan Queen dengan interpretasi orkestra di bawah arahan konduktor Addie MS. Bukan sekadar membawakan ulang lagu-lagu populer, pertunjukan ini mengandalkan kekuatan aransemen simfonik, karakter vokal, serta perpaduan instrumen orkestra untuk menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda.
Menjelang pertunjukan, Ello dan Sandhy Sondoro telah menjalani rangkaian latihan bersama puluhan musisi Twilite Orchestra. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk menyatukan karakter vokal kedua penyanyi dengan komposisi orkestra yang memiliki dinamika dan kompleksitas tersendiri.
Addie MS mengatakan persiapan konser tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga upaya memahami karakter, emosi, dan jiwa dari setiap karya yang dibawakan.
“Latihan demi latihan telah kami jalani dengan penuh dedikasi, dan dari setiap proses tersebut, saya dapat merasakan energi serta kesiapan seluruh tim yang semakin matang,” ujar Addie MS.
Ia berharap interpretasi musikal yang disiapkan dapat memberikan pengalaman bermakna bagi penonton sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan musik dunia yang melampaui generasi.
Mengolah Musik The Beatles dan Queen dalam Aransemen Orkestra
The Beatles dan Queen memiliki karakter musikal yang berbeda, tetapi keduanya meninggalkan pengaruh besar dalam perkembangan musik populer dunia. Karya-karya The Beatles dikenal melalui eksplorasi melodi dan harmoni, sedangkan Queen identik dengan dinamika rock, karakter vokal kuat, serta komposisi yang kaya lapisan musikal.
Perbedaan karakter tersebut membuka ruang bagi Twilite Orchestra untuk mengeksplorasi warna baru melalui pendekatan orkestra. Aransemen simfonik memungkinkan elemen-elemen musik seperti string, brass, dan perkusi berpadu dengan karakter lagu aslinya.
Tantangannya adalah menjaga identitas setiap lagu sembari menghadirkan dimensi musikal yang lebih luas. Kekuatan orkestra diharapkan dapat memperkaya tekstur suara, membangun dinamika, serta memberikan penekanan emosional tanpa menghilangkan ciri khas karya yang telah dikenal pendengar.
Ello mengaku merasakan pengalaman tersendiri selama menjalani proses latihan. Menurutnya, setiap sesi latihan justru membuka detail baru dari lagu-lagu The Beatles dan Queen.
“Setiap kali gladi resik, saya selalu menemukan detail baru dalam lagu-lagu ini yang membuat saya makin menghargai betapa istimewanya karya The Beatles dan Queen,” kata Ello.
Sementara itu, Sandhy Sondoro menilai proses bermusik bersama orkestra memberikan pelajaran tentang pentingnya mendengarkan keseluruhan komposisi, bukan hanya berfokus pada vokal.
“Bagi saya, proses menuju panggung ini adalah bagian paling berharga. Berlatih bersama orkestra sebesar ini mengajarkan saya untuk mendengarkan, bukan hanya bernyanyi,” ujar Sandhy.
Keterlibatan dua penyanyi dengan karakter vokal berbeda menjadi salah satu elemen menarik dalam konser ini. Ello dikenal dengan warna vokal yang kuat, sedangkan Sandhy memiliki karakter soulful yang lekat dengan pengaruh blues dan jazz. Perpaduan keduanya diharapkan memberi warna tersendiri dalam membawakan repertoar dari dua band legendaris tersebut.
Bagian dari Perayaan 35 Tahun Twilite Orchestra
Konser The Beatles & Queen juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan 35 tahun perjalanan Twilite Orchestra di industri musik Indonesia.
Di bawah arahan Addie MS, Twilite Orchestra selama ini mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari musik klasik hingga pop, rock, dan musik film. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana format orkestra dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kembali karya populer kepada pendengar lintas generasi.
Melalui konser ini, karya-karya The Beatles dan Queen ditempatkan dalam konteks musikal yang berbeda. Lagu-lagu yang selama ini lekat dengan format band akan diterjemahkan melalui kekuatan permainan ansambel, harmonisasi, dan dinamika orkestra.
Pertunjukan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB di Tennis Indoor Senayan. LiLo akan bertindak sebagai pembawa acara dalam konser yang didukung Adinda Bakrie Foundation dan BRI Prioritas tersebut.
Presiden Komisaris TipTip, Triawan Munaf, mengatakan konser ini diharapkan dapat menghadirkan perspektif dan pengalaman baru terhadap karya-karya musik yang telah dikenal luas.
Menurut dia, kekuatan aransemen Twilite Orchestra dan interpretasi para musisi dapat membuka ruang apresiasi bagi generasi pendengar masa kini.
Dengan seluruh tiket telah terjual habis, konser ini menjadi salah satu agenda dalam perayaan perjalanan panjang Twilite Orchestra.
Perpaduan repertoar The Beatles dan Queen, interpretasi vokal Ello dan Sandhy Sondoro, serta arahan musikal Addie MS akan menjadi elemen utama yang dinantikan dalam pertunjukan tersebut.












