Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Lewat CFD, KORMI Kota Depok Gaungkan Olahraga Seru, Sehat dan Bahagia

Depok || Radarpost.id

Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok di bawah naungan Ketua drg. H. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort, terus mendorong peningkatan Angka Partisipasi Masyarakat Berolahraga (APMO) melalui berbagai kegiatan senam dan kreasi seni silat yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satunya dilakukan dengan turut memeriahkan di berbagai acara Car Free Day (CFD) di jalan Margonda Raya, Kota Depok, pada Minggu (4/19/2026), dengan mengusung semangat kebugaran dan kegembiraan seperti slogan khasnya: “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa!”.

Dalam kegiatan tersebut, kali ini KORMI Kota Depok bersama Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Purwotusi, Rumpun olahraga kesehatan dan kebugaran senam bersama warga di CFD.

Kemudia juga ada penampilan silat yang bawah naungan OTKB KORMI Kota Depok dari Ujaran tangan kaki Cipayung, Silat Main Cingkrik dari tanah baru Beji dan SMP segar Cilodong.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ketua Komisi Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK) KORMI Kota Depok Hanny Aisya, mengatakan olahraga masyarakat seperti senam bersama menjadi salah satu sarana untuk mengajak warga lebih aktif bergerak.

Menurutnya, olahraga tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang berat. Hal terpenting adalah masyarakat memiliki kemauan untuk bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Yang paling penting bagaimana masyarakat mau bergerak dan berolahraga. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus diperbanyak dan dibuat semenarik mungkin agar masyarakat semakin tertarik untuk berolahraga,” ujar Hanny, usai senam Minggu, (4/10/2026).

“Kolaborasi seringkali menggabungkan berbagai induk organisasi olahraga (inorga) kemasyarakatan untuk memeriahkan suasana pagi, di awali senam Paricara Dharma, senam khas masing-masing inorga yang dipandu instruktur profesional,” tambahnya.

Sementara itu Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kota Depok, melakukan pengenalan kepada warga masyarakat Kota Depok.

Hafiz yang juga sebagai Ketua Umum Perguruan Silat Maen Tjingkrig, menilai Kota Depok memiliki potensi besar seni budaya silat tradisional, dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan atlet dan pelaku seni bela diri budaya ke depan.

“Pencak silat sebagai warisan budaya menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya mendatang, pencak silat budaya benar-benar menjadi kebanggaan dan identitas asli Kota Depok nantinya,” katanya.

Sebagai Bendahara APPSBI Kota Depok Hafiz mengatakan, penampilan di area CFD ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa APPSBI mempererat persatuan antar perguruan sekaligus memperkuat eksistensi sebagai seni bela diri khas budaya.

“Alhamdulillah, ini perdana penampilan APPSBI Kota Depok, kami minta ijin ke KORMI untuk diberikan ruang untuk bisa memperkenalkan ke warga Kota Depok,” ucap Hafiz.

Hafiz menegaskan bahwa APPSBI merupakan kekayaan budaya bangsa yang memiliki keunikan dan nilai historis tinggi. Ia menegaskan bahwa APPSBI terbuka bagi seluruh perguruan tanpa membedakan latar belakang.

“APPSBI Kota Depok baru kita dirikan pada 2023, kita menghimpun Perguruan silat tradisional, anggota kami sudah mencapai 26 Perguruan se-Kota Depok,” ujar Hafiz.

Pencak silat memang bukan sekadar jurus-jurus bela diri untuk melumpuhkan lawan. Tapi juga merupakan olah mental spiritual dalam gerak seni sehingga mampu menjadi penyelaras jiwa dengan alam semesta dan penciptanya.

Penampilan pencak silat budaya, misalnya menampilkan jurus kipas, mereka juga mahir menggunakan beragam senjata seperti golok, trisula, toya, pisau, pecut, celurit, pacul, dan kujang juga menjadi daya tarik yang berhasil mengundang decak kagum para penonton.

Koreografi yang digunakan juga sangat atraktif dan keren. Permainan pukulan tangan yang super cepat, gerakan saling putar dan membanting lawan pun dilakukan!.

Ditempat yang sama Ketua Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, Arif Qadarman menyampaikan bahwa organisasi APPSBI, perguruan pencak silat budaya berada di berada di bawah naungan KORMI.

“KORMI memiliki tugas untuk menggali dan membangkitkan olahraga tradisional di daerah. APPSBI adalah identitas budaya yang harus kita jaga dan kembangkan,” terangnya.

“Selama itu berbasis budaya pencak silat, kami terbuka untuk semua. Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Arif menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk menyongsong ajang olahraga tradisional tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkenalkan olahraga bela diri tradisional kepada masyarakat luas agar semakin dikenal dan diminati oleh berbagai kalangan.

Selain itu, Langkah ini diharapkan dapat menarik minat para pelajar sejak usia dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tradisional daerah.

“Kita memperkenalkan beladiri ini ke masyarakat umum. Warga antusias melihatnya kayaknya diminati oleh anak anak dan ibu ibu,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para atlet untuk menampilkan kemampuan mereka, sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tradisional di Kota Depok.

“Lewat CFD ini kita ingin menunjukkan bahwa olahraga itu bisa dilakukan siapa saja. Seru, sehat dan bahagia. Harapannya, semakin banyak warga yang tergerak untuk berolahraga dan pada akhirnya angka partisipasi masyarakat berolahraga di Kota Depok terus meningkat,” pungkasnya. (**).