Depok || Radarpost.id
Pemuda dituntut tidak hanya aktif menyuarakan gagasan dan terlibat dalam dinamika politik, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengembangkan kewirausahaan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi publik Sekolah Pimpinan Pemuda (Sespimda), yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berlangsung di Aula Teratai, Balaikota Depok, Kamis (22/10).
Diskusi kali ini bertajuk “Pemuda Bersatu sebagai Orkestrator Pembangunan Bersama Depok Maju”. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat peran dalam pembangunan, khususnya melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna, mengapresiasi inisiatif KNPI yang menghadirkan ruang diskusi edukatif bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kepercayaan diri pemuda dalam meraih kesuksesan.
Pradi mengingatkan, latar belakang sosial bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seseorang. Kemauan untuk terus berkembang, berpikir positif, dan belajar dari pengalaman orang lain juga menjadi bekal penting dalam meraih masa depan.
“Inspirasi buat saya supaya teman-teman ini jangan pernah berkecil hati, siapa pun kita. Yang namanya sukses itu kan enggak kenal satu sosial, tapi semua kembali kepada diri kita,” ucapnya.
“Mau atau tidak maju, kemudian diisi tentu dengan hal-hal yang positif, bertemu dengan orang-orang yang mungkin juga sudah lebih dulu sukses, ini kan bisa menjadi referensi yang baik,” kata Pradi.
Pradi juga menilai, kehadiran narasumber yang memiliki kompetensi dalam diskusi tersebut dapat memberikan perspektif baru bagi peserta, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin berpengaruh terhadap dunia usaha.

Menurut Pradi yang juga sebagai Ketua Partai Gerindra Kota Depok, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan ekonomi. Karena itu, generasi muda perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Saya kalau melihat kegiatan hari ini, ini saya pikir sangat baik sekali dilakukan oleh KNPI. Apalagi menghadirkan para narasumber yang terus terang ini punya kompetensi. Melek teknologi pokoknya. Karena itu yang akan menjadi penunjang salah satu kesuksesan di sisi ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPP KNPI, Andi Hendra Hidayat mengatakan, pemuda memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Aktivitas ekonomi di tingkat lokal dinilai memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.
Menurut Andi, salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah pembentukan Badan Usaha Rumah Tangga (BURT/BWRT) di tingkat RT/RW.
Skema tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi.
“Hampir 68 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan ekonomi tingkat lokal,” kata Andi kepada Radarpost.id, Kamis (22/10/2026). di Balaikota Depok.

“Oleh karena itu, anak muda harus hadir memanfaatkan ruang tumbuh ekonomi lokal tersebut. Pembentukan Badan Usaha Rumah Tangga di tingkat RT bisa menjadi wadah, bahkan diatur melalui regulasi atau SK,” ujarnya.
Ia menambahkan, KNPI periode 2022 – 2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ryano Panjaitan terus mendorong visi activist preneur, yakni perpaduan antara aktivisme dan kewirausahaan.
Melalui konsep tersebut, pemuda diharapkan tidak hanya memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan politik, tetapi juga mampu membangun usaha, mandiri secara finansial, serta memiliki pendirian yang kuat.
“Menjadi aktivis saja tidak cukup, menjadi aktivis sekaligus entrepreneur jauh lebih baik. Kita memang harus aktif secara politik, tetapi harus memiliki tanggung jawab domestik, yaitu melek wirausaha, mandiri secara ekonomi, dan mandiri secara pendirian,” tegasnya. (**).












