Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita  

Setahun Eskalator Mati, Warga Bojonggede Geram! Skybridge Jadi Ujian Serius Pemkab Bogor

Radarpost id | BOJONGGEDE || Radarpost.id – Fasilitas Skybridge di kawasan Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah seorang warga mengeluhkan kondisi eskalator yang disebut telah mati selama kurang lebih satu tahun. Tak hanya itu, kondisi tangga yang dinilai rusak dan membahayakan pengguna turut memicu keresahan masyarakat.

Keluhan tersebut disampaikan akun Threads @f.kamiliap melalui unggahan yang menarik perhatian warganet. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan tanggung jawab pihak yang seharusnya melakukan perawatan dan perbaikan fasilitas publik tersebut.

Menurutnya, eskalator di salah satu sisi Skybridge sudah lama tidak berfungsi. Sementara itu, kondisi tangga yang disebut mengalami kerusakan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Persoalan ini bukan sekadar soal eskalator yang berhenti beroperasi, melainkan juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut.

“Eskalator rusak gak dibetulin, yang kanan itu udah setahun mati. Tangga boncel-boncel membahayakan gak dibetulin. Siapa ini yang tanggung jawab?” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Ia juga meminta agar pengelola atau instansi terkait memberikan informasi yang jelas apabila perbaikan membutuhkan waktu lama. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan kerusakan fasilitas umum yang mereka gunakan setiap hari.

Akses Skybridge Dinilai Menyulitkan Pengguna

Keluhan warga tidak berhenti pada eskalator yang mati. Jarak dari pintu keluar Skybridge menuju area tujuan juga menjadi persoalan tersendiri bagi pengguna, terutama mereka yang harus berjalan lebih jauh karena fasilitas penunjang tidak berfungsi.

Dalam unggahannya, pemilik akun secara khusus menyoroti kesulitan yang harus dihadapi pengguna kursi roda ketika eskalator tidak dapat digunakan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana fasilitas Skybridge telah memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas.

Jika fasilitas mekanis tidak berfungsi, akses alternatif yang aman dan mudah digunakan menjadi kebutuhan penting. Karena itu, perbaikan eskalator maupun tangga perlu disertai evaluasi menyeluruh terhadap aksesibilitas kawasan stasiun.

Warganet Desak Pemkab Bogor dan Dishub Bertindak

Unggahan tersebut turut mengundang tanggapan warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan harapan agar Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memberikan perhatian terhadap kondisi Skybridge Stasiun Bojonggede.

Salah seorang warganet bahkan menandai akun yang berkaitan dengan Bupati Bogor dan Dishub Kabupaten Bogor, seraya menyoroti banyaknya masyarakat yang menggunakan Stasiun Bojonggede.

Pemilik unggahan juga meminta akun resmi KAI Commuter, @commuterline, membantu menindaklanjuti persoalan tersebut.

Respons warganet memperlihatkan bahwa kondisi fasilitas transportasi publik menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, stasiun merupakan simpul mobilitas yang digunakan warga untuk menunjang aktivitas kerja, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, pihak yang bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan eskalator serta tangga tersebut masih perlu dikonfirmasi. Kejelasan mengenai kewenangan pengelolaan menjadi penting agar penanganan tidak terhambat oleh persoalan koordinasi antarlembaga.

Jangan Tunggu Sampai Ada Korban

Kerusakan fasilitas publik yang berlangsung lama semestinya menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Apalagi, tangga yang mengalami kerusakan dan eskalator yang tidak berfungsi berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna apabila tidak segera diperiksa dan ditangani.

Pemkab Bogor, Dishub Kabupaten Bogor, pengelola stasiun, serta instansi yang berwenang diharapkan segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Skybridge Bojonggede.

Langkah tersebut perlu diikuti dengan penjelasan terbuka mengenai penyebab kerusakan, pembagian tanggung jawab pengelolaan, rencana perbaikan, dan estimasi waktu penyelesaian yang dapat diketahui masyarakat.

Apabila perbaikan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, informasi mengenai jalur alternatif yang aman dan akses bagi penyandang disabilitas juga perlu disampaikan secara jelas.

Jangan sampai masyarakat harus terus beradaptasi dengan fasilitas yang rusak tanpa kepastian kapan perbaikan dilakukan.

Keluhan warga Bojonggede ini semestinya menjadi momentum bagi instansi terkait untuk mengevaluasi pemeliharaan infrastruktur transportasi publik. Sebab, fasilitas umum yang baik bukan hanya harus tersedia, tetapi juga harus terawat, aman, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Hingga saat ini, informasi mengenai penyebab kerusakan eskalator, kondisi teknis tangga, serta jadwal perbaikan belum tersedia dalam unggahan yang menjadi sumber pemberitaan ini. Konfirmasi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk memastikan tindak lanjut atas keluhan masyarakat tersebut.***