JAKARTA|| Radarpost.id
Slipknot kembali membawa kabar besar dari dunia musik rock dan heavy metal. Band asal Iowa, Amerika Serikat, itu mengumumkan rangkaian tur dunia terbaru yang akan membawa mereka ke sejumlah stadion besar pada 2027.
Namun, bukan hanya nama Slipknot yang membuat pengumuman ini ramai. Kehadiran Marilyn Manson sebagai salah satu support act justru menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan penggemar.
Dalam rangkaian tur tersebut, Marilyn Manson dijadwalkan tampil bersama Slipknot dalam konser di Wembley Stadium, London, pada 3 Juli 2027. Hatebreed dan Lorna Shore juga masuk dalam daftar penampil untuk panggung London tersebut.
Dari sisi musik, pilihan line-up ini cukup menarik. Slipknot dikenal dengan karakter heavy metal yang agresif, visual panggung yang teatrikal, serta pertunjukan yang mengandalkan energi penonton.
Sementara itu, Marilyn Manson membawa identitas berbeda melalui shock rock, nuansa gothic, serta pertunjukan yang sejak era 1990-an lekat dengan unsur teatrikal dan provokatif.
Pertemuan dua karakter tersebut membuat konser Slipknot kali ini tidak sekadar menjadi paket pertunjukan metal. Line-up itu mempertemukan dua generasi musik keras dengan pendekatan panggung yang sama-sama kuat secara visual.
Dari Panggung Metal ke Perdebatan Fans
Meski secara musikal terlihat memiliki irisan, keputusan menghadirkan Marilyn Manson sebagai support act ternyata tidak diterima semua penggemar Slipknot.
Media sosial langsung dipenuhi komentar setelah pengumuman tur tersebut. Sebagian fans mengaku tetap antusias dengan kembalinya Slipknot ke panggung stadion, sementara sebagian lainnya menyatakan keberatan terhadap keterlibatan Manson.
Perdebatan tersebut berkaitan dengan sejumlah tuduhan pelecehan dan kekerasan seksual yang pernah muncul terhadap Manson. Tuduhan tersebut mencuat ke publik sejak 2021, termasuk dari aktris Evan Rachel Wood.
Manson membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa hubungan intim yang dijalaninya berlangsung atas dasar persetujuan.
Persoalan hukumnya juga berkembang dalam beberapa perkara. Pada 2024, Manson menghentikan gugatan pencemaran nama baik terhadap Wood dan menyetujui pembayaran biaya pengacara Wood sekitar US$327 ribu.
Karena latar belakang tersebut, pengumuman tur Slipknot kemudian berkembang menjadi percakapan yang lebih luas daripada sekadar urusan musik.
Slipknot dan Manson, Dua Nama dengan Identitas Kuat
Menariknya, baik Slipknot maupun Marilyn Manson sama-sama memiliki sejarah panjang dalam membangun identitas musik melalui visual.
Slipknot tumbuh dengan karakter topeng, kostum, nomor anggota, dan pertunjukan panggung yang intens. Manson sejak lama menggunakan persona, estetika gothic, serta unsur shock rock sebagai bagian dari identitas bermusiknya.
Karena itu, secara konsep panggung, keduanya memang memiliki titik temu.
Slipknot sendiri tengah memasuki fase baru. Tur dunia terbaru mereka akan menyambangi sejumlah kota besar, termasuk London, Toronto, New York, Los Angeles, Sao Paulo, Buenos Aires, Santiago hingga Bogota.
Di tengah perubahan tersebut, kehadiran Marilyn Manson membuat tur ini memiliki cerita tersendiri bahkan sebelum konser dimulai.
Bagi penggemar musik metal, pertanyaannya kini bukan hanya seperti apa suara Slipknot di atas panggung stadion, tetapi juga bagaimana respons penonton ketika dua nama dengan karakter ekstrem tersebut berada dalam satu rangkaian pertunjukan.
Satu hal yang jelas, pengumuman tur Slipknot kali ini sudah berhasil menciptakan percakapan besar di kalangan penggemar musik keras.












