Jakarta || Radarpost.id
Chef Reynold Poernomo berkolaborasi dengan The Harvest dalam mengembangkan lima kreasi cake dan pastry dengan memadukan cita rasa Asia dan teknik pembuatan pastry Prancis. Kolaborasi yang diperkenalkan di Jakarta pada Kamis (1/10/2026) menghadirkan dua varian cake dan tiga produk viennoiserie.
Peluncuran lima produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan konsep The Harvest setelah perusahaan mengumumkan rebranding pada September 2026. Inovasi ini sekaligus memperkenalkan pendekatan baru dalam mengolah hidangan penutup dan pastry yang terinspirasi dari beragam cita rasa.
Lima kreasi yang dihadirkan terdiri dari Apple in Wonderland dan The Cloud Nine untuk kategori cake, serta Mango Sticky Rice Danish, Parmesan Schmaltz Danish, dan Patty Melt Bun untuk kategori viennoiserie.

Dalam pengembangannya, Reynold menggabungkan karakter bahan yang sudah dikenal dengan teknik pengolahan dan perpaduan rasa yang berbeda. Pendekatan tersebut menghasilkan produk yang tetap akrab di lidah, tetapi memiliki karakter tersendiri.
Pada kategori cake, Apple in Wonderland mengusung chiffon cake bertekstur ringan dengan perpaduan teh melati, honey citron, dan apel segar. Kombinasi bahan tersebut menghadirkan perpaduan rasa manis, segar, serta aroma floral.
Sementara itu, The Cloud Nine menggunakan chocolate sponge yang dipadukan dengan ganache lembut, Belgian Chocolate, dan karamel. Kreasi ini juga dilengkapi coklat bonbon dan tersedia dalam bentuk seluruh kue maupun ukuran personal yang disebut Petite Cloud Nine.
Reynold mengatakan pengembangan kedua kue tersebut mengedepankan keseimbangan antara rasa yang familiar dan teknik pengolahan yang lebih modern.
“Dalam seri kue, saya ingin menghadirkan hidangan penutup yang familiar dengan sentuhan canggih, namun tetap ringan dan lebih menarik,” ujar Reynold.
Memadukan Cita Rasa Asia dan Teknik Prancis
Selain cake, kolaborasi ini turut menghadirkan tiga produk viennoiserie, jenis pastry yang umumnya menggunakan adonan berlapis dengan teknik pengolahan khas Prancis.
Salah satunya Mango Sticky Rice Danish yang terinspirasi dari hidangan tradisional Thailand, mango sticky rice. Produk ini memadukan pastry danish bertekstur renyah dengan mangga dan sentuhan calamansi yang memberikan cita rasa segar.
Kreasi lainnya, Parmesan Schmaltz Danish, mengedepankan rasa gurih melalui perpaduan pastry danish, chicken schmaltz atau lemak ayam yang digunakan dalam pengolahan makanan, serta keju Parmesan.
Sementara itu, Patty Melt Bun mengadaptasi konsep comfort food dengan menggabungkan patty daging sapi, bawang bombai karamel, keju, dan roti bertekstur lembut.
Produk ketiga tersebut menunjukkan bagaimana teknik pastry dapat dipadukan dengan inspirasi hidangan dari berbagai budaya, mulai dari makanan Asia hingga sajian bergaya Barat.
Reynold menyebut kolaborasi tersebut sebagai upaya menghadirkan perspektif kuliner dengan pendekatan yang tetap mudah diterima oleh masyarakat.
Bagian dari Pengembangan Konsep
CEO The Harvest, Sylvia Andriani Rizal, mengatakan pembaruan yang dilakukan perusahaan tidak hanya mencakup identitas visual dan konsep gerai, tetapi juga pengembangan produk.
Menurut Sylvia, kolaborasi dengan Reynold menjadi salah satu cara untuk menghadirkan inovasi yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen, sekaligus menggabungkan pengalaman The Harvest dalam industri roti dan patisserie selama lebih dari dua dekade dengan perspektif kuliner sang chef.
Rangkaian produk hasil kolaborasi tersebut mulai diperkenalkan pada 1 Oktober 2026 dan dipasarkan secara bertahap di sejumlah gerai The Harvest di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Distribusi selanjutnya direncanakan menjangkau lebih banyak gerai di Indonesia.
The Harvest merupakan merek roti dan patisserie yang berdiri di Indonesia pada tahun 2004 di bawah naungan PT Sentra Aktaha Horeca. Perusahaan kini mengembangkan konsep merek yang tidak hanya fokus pada produk kue dan pastry, tetapi juga pada pengalaman bersantap serta gaya hidup masyarakat perkotaan.












