JAKARTA|| Radarpost.id
Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, tak hanya dikenal sebagai pusat belanja tekstil dan perlengkapan rumah tangga. Di tengah ramainya aktivitas perdagangan, Toko Koboy Keramik milik Herman Gani (62) justru menarik perhatian anak muda karena menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus berburu foto dengan latar keramik warna-warni.
Kios semi-permanen yang berada di antara dua toko tekstil besar itu belakangan menjadi salah satu destinasi foto yang menarik perhatian pengunjung. Beragam piring bermotif bunga, kaligrafi, hingga ornamen khas berbagai negara menghiasi dinding dan bagian atas kios, menciptakan suasana yang unik dan berbeda dari toko keramik pada umumnya.
Dikenal dengan sapaan Pak Koboy atau Mister Koboy, Herman telah menjalani usaha jual beli barang pecah belah selama kurang lebih 36 tahun. Namun, kini kiosnya tidak hanya dikunjungi oleh mereka yang ingin membeli keramik, tetapi juga anak muda yang ingin mengabadikan momen di tengah dekorasi yang penuh warna.
Saat ditemui pada Minggu (4/10/2026), Herman terlihat sibuk menata berbagai koleksi piring dan keramik sejak pagi. Satu per satu piring digantung di dinding hingga membentuk dekorasi menyerupai dinding piring yang menjadi daya tarik utama kios tersebut.
Penataan dilakukan secara langsung oleh Herman hingga menjelang siang. Sekitar pukul 11.00 WIB, kios mulai tertata dan siap menyambut pengunjung.
Menariknya, sebelum seluruh dekorasi selesai ditata, sejumlah anak muda sudah berdatangan. Mereka terlihat bergantian berfoto di depan susunan piring warna-warni. Ada yang menggunakan ponsel, kamera digital, hingga kamera DSLR untuk mengabadikan suasana kios.
Beberapa sudut kios juga dibuat dengan dekorasi berbentuk hati, bingkai, dan pintu yang dapat dimanfaatkan sebagai latar foto. Perpaduan keramik dengan beragam warna, motif, dan bentuk menghadirkan kesan estetik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Keramik Unik dengan Harga Beragam
Di balik daya tarik visualnya, Toko Koboy Keramik juga menawarkan beragam pilihan barang pecah belah, mulai dari piring, cangkir, teko, mangkuk, vas, hingga guci dengan berbagai ukuran dan motif.
Herman mengatakan, harga barang yang dijual cukup bervariasi, menyesuaikan jenis, ukuran, dan asal keramik. Piring dengan harga paling terjangkau dibanderol mulai Rp20.000, sedangkan keramik berukuran kecil seperti boneka dijual sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000.
Untuk keramik berukuran lebih besar, harganya dapat mencapai Rp250.000. Sementara itu, sejumlah koleksi piring impor, termasuk dari Jepang, Inggris, dan Italia, memiliki harga yang lebih tinggi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
“Ada yang Rp1.500.000, ada yang Rp2.000.000. Piring ada yang Rp700.000, ada yang Rp600.000,” ujar Herman.
Menurut dia, perbedaan harga keramik impor tidak hanya dipengaruhi motif, tetapi juga biaya pengiriman dan bea cukai. Keramik dari Eropa, misalnya, cenderung memiliki motif klasik yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Selain menjual keramik dari pemasok, Herman juga membuat sejumlah aksesori secara mandiri. Salah satunya gantungan berbahan kerang yang dirangkai menjadi hiasan dan dijual sekitar Rp25.000.
Ia juga mengembangkan kreativitas dengan membuat berbagai kerajinan, seperti lampu hias, miniatur kapal, hingga kapal di dalam botol.
Bertahan 36 Tahun, Merawat Kecintaan pada Keramik
Perjalanan Herman dalam dunia perdagangan barang pecah belah bermula ketika dirinya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko keramik. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami berbagai jenis barang, mulai dari piring hingga beragam perlengkapan rumah tangga lainnya.
“Ya, karena saya dulu karyawan toko pecah belah biasa. Jadi, karena toko pecah belah, ilmu kita kan di situ. Jadi ilmunya dari piring ke piring lagi,” tuturnya.
Berbekal pengalaman itu, Herman kemudian memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Ia sempat berjualan di sejumlah lokasi, termasuk di gedung lama Pasar Mayestik, sebelum akhirnya melanjutkan usahanya di kawasan pasar yang kini telah mengalami perubahan.
Konsistensinya selama puluhan tahun membuat Toko Koboy Keramik tetap bertahan di tengah perkembangan tren belanja dan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Kini, kios tersebut memiliki daya tarik yang lebih luas. Bagi sebagian pengunjung, keramik bukan sekadar perlengkapan rumah tangga, melainkan juga elemen dekoratif yang memiliki nilai estetika.
Kehadiran anak muda yang datang untuk berfoto turut memperlihatkan bagaimana ruang perdagangan tradisional dapat berkembang menjadi tempat yang memiliki daya tarik gaya hidup.
Toko Koboy Keramik pun menjadi salah satu pilihan bagi warga Jakarta yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat berkunjung ke Pasar Mayestik.
Pengunjung dapat melihat koleksi keramik, mencari ornamen unik, sekaligus mengabadikan momen di tengah dekorasi piring warna-warni yang menjadi ciri khas kios tersebut.












