Depok || Radarpost.id
Setiap akhir pekan, Kota Depok menggelar hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD). Ajang ini bukan hanya jadi sarana olahraga, namun juga meggerakkan ekonomi, khususnya UMKM.
CFD Kota Depok yang digelar dii jalur utama, yakni Jalan Margonda menghadirkan aktivitas individu berolahraga, anak-anak bermain, hingga senam massal. Selain menjadi arena olahraga, CFD di Depok juga menjadi ajang hiburan warga.
Tak sedikit pula yang sengaja datang bukan untuk olahraga, melainkan wisata kuliner. CFD menghadirkan peluang ekonomi bagi UMKM lokal.
Setiap akhir pekan, ratusan pedagang makanan, minuman, perlengkapan olahraga, hingga kerajinan tangan memanfaatkan momen ini untuk menjajakan produk mereka.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana event CFD bisa memberi dampak langsung terhadap denyut ekonomi mikro.
Salah satu hasil studi di Tanjungpinang yang mengamati event wisata menemukan hasil bahwa pelaksanaan acara publik mampu meningkatkan volume penjualan UMKM hingga sebesar 30%.
Hal ini mencerminkan bagaimana keramaian warga di CFD juga bisa menjadi titik balik keuntungan bagi UMKM di Depok.
Yang paling banyak menarik perhatian adalah deretan stand makanan yang memadati sisi jalan sepanjang CFD digelar.
Banyak orang yang berbondong-bondong datang ke arena CFD dengan tujuan untuk menjelajahi kuliner yang ada kemudian membagikannya di media sosial.
Salah satunya akun TikTok @ceritasalsabila. Lewat videonya, ia mendokumentasikan sejumlah jajanan yang ada di Jalan Raya Margonda saat CFD.

Mulai dari yakitori, gorengan, dimsum mentai, mochi, es buah, lumpia beef, cimol, kebab, batagor, bubur, hingga sajian tradisional seperti kerak telor dan dodol Betawi.
Sebuah penelitian berjudul Street Food Culture and Culinary Tourism: Economic Drift for the Tourism Industry yang diakses mengungkapkan betapa pentingnya kontak langsung antara penjual dan pembeli
Lewat CFD, pengunjung bisa mencicipi, berinteraksi, bahkan memberi masukan sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka langsung kepada konsumen.
Peluang Besar, Persaingan Ketat
Meskipun begitu, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Persaingan antar pedagang sering kali berlangsung ketat, sehingga mereka harus kreatif menawarkan diferensiasi produk.
Cuaca yang tidak menentu, seperti hujan deras tiba-tiba juga menjadi faktor lain yang dapat mempengaruhi omzet secara langsung.

Selain itu, persoalan regulasi juga kerap kali muncul. Belum semua pedagang memiliki izin resmi, sementara Pemkot Depok perlu menata agar kegiatan tetap nyaman dan tidak menimbulkan masalah kebersihan maupun kemacetan di sekitar lokasi.
Regulasi yang jelas dan ramah UMKM sangat diperlukan agar manfaat CFD bisa dirasakan bersama.
CFD Depok menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dengan ribuan orang berkumpul setiap akhir pekan, CFD menjadi titik temu antara gaya hidup sehat masyarakat dengan usaha mikro.
Dukungan regulasi, kreativitas produk, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan UMKM sangat dibutuhkan sebab akan menentukan sejauh mana CFD bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (***).













