Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Titiek Soeharto Hadiri Acara Keluarga Mangkunegaran: Ajang Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

banner 120x600

|| JAKARTA || RADAR POST.ID || 

Politisi senior sekaligus anggota DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan Titiek Soeharto, turut menghadiri acara silaturahmi keluarga besar kerabat Mangkunegaran yang digelar di Jakarta, Minggu (18/5/2025). Acara yang dikemas dalam konsep fun walk ini menjadi ajang penting untuk mempererat tali persaudaraan antarkeluarga dan sekaligus meneguhkan komitmen terhadap pelestarian budaya Jawa.

“Ini bagus sekali ya, untuk kita bertemu antara keluarga yang sudah lama nggak ketemu. Ada yang muda-muda nggak kenal yang sepuh-sepuh, nah di sinilah ajang silaturahmi,” ujar Titiek Soeharto di sela kegiatan, menyoroti pentingnya interaksi lintas generasi dalam menjaga keutuhan keluarga besar dan warisan budaya.

Ibu Titiek Soeharto Bersama Kerabat Manggku Negara

Putri Presiden ke-2 RI, Soeharto, itu juga menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya, khususnya bagi masyarakat Jawa. Ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan bahasa daerah dan kearifan lokal. “Kalau kita orang Jawa ya harus bisa bahasa Jawa. Insya Allah bisa terus. Pakaian-pakaian adat juga dari jauh, kita misalnya ke restoran Jawa jangan sok Barat,” tambahnya.

Titiek juga mengungkapkan rencananya untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan budaya di ruang terbuka dalam waktu dekat, termasuk dalam perayaan Malam Satu Suro yang sarat dengan nilai spiritual dan refleksi bagi masyarakat Jawa.

Kehadiran Titiek Soeharto dalam acara ini tidak hanya menambah semangat para peserta, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara kolektif, lintas usia dan generasi. Acara yang diikuti oleh ratusan peserta ini membuktikan bahwa warisan budaya masih memiliki tempat yang kuat di tengah modernisasi dan dinamika kehidupan masyarakat urban.

Ibu Titiek Soerharto Bersama Kerabat Mangku Negara

Temu keluarga besar Mangkunegaran ini menjadi simbol bahwa silaturahmi dan kebudayaan adalah dua hal yang saling menguatkan, serta menjadi pondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa.