Jakarta|| Radarpost.id
Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 resmi dibuka di Jakarta, Kamis, sekaligus menandai satu dekade penyelenggaraan pameran outdoor terbesar di Indonesia yang terus mendorong pertumbuhan budaya petualangan dan industri alam terbuka nasional.
Mengusung tema “United by Nature, Strengthened by Adventure”, INDOFEST 2026 menjadi momentum refleksi atas perkembangan aktivitas outdoor yang kini semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda.
Chief Executive Officer COS Event, Disyon Toba, mengatakan keberhasilan INDOFEST bertahan hingga tahun ke-10 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari exhibitor, komunitas, media, hingga pengunjung yang memiliki visi sama dalam memajukan kegiatan alam terbuka di Indonesia.
“Awalnya kami hanya memiliki mimpi sederhana bagaimana kegiatan outdoor bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama anak muda. Sekarang aktivitas outdoor berkembang sangat pesat dan diterima banyak kalangan,” kata Disyon saat pembukaan INDOFEST 2026 di Jakarta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni yang selama dua tahun berturut-turut hadir mendukung penyelenggaraan festival tersebut.
Menurut Disyon, Generasi Z menjadi salah satu faktor utama meningkatnya tren aktivitas outdoor yang kini berkembang secara global. Fenomena tersebut dinilai menunjukkan semakin kuatnya hubungan masyarakat dengan aktivitas berbasis alam.
Selain menghadirkan pameran perlengkapan outdoor dan kegiatan komunitas, INDOFEST 2026 turut mengangkat kampanye keberlanjutan lingkungan melalui gerakan Zero Waste Mountain.
Melalui kampanye itu, pengunjung diajak membiasakan diri memilah sampah selama acara berlangsung sebagai upaya membangun budaya wisata alam yang bertanggung jawab.
“Kita berharap seluruh gunung di Indonesia dapat menuju zero waste. Alam dan manusia adalah satu kesatuan yang saling menguatkan,” ujar Disyon.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan INDOFEST menjadi ruang kolaborasi penting antara komunitas pecinta alam, petualang, dan pelaku industri outdoor di Indonesia.
Menurut dia, tren kunjungan masyarakat ke kawasan konservasi dan wisata alam terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, menandakan aktivitas outdoor mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Kunjungan ke taman nasional dan kawasan konservasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan aktivitas outdoor semakin diminati,” katanya.
Raja Juli Antoni menambahkan Kementerian Kehutanan terus melakukan transformasi digital dalam pengelolaan kawasan konservasi, termasuk penerapan sistem e-ticketing di taman nasional.
Ia mengungkapkan sekitar 93 persen taman nasional di Indonesia kini telah menerapkan sistem tiket elektronik guna meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Kementerian Kehutanan juga menghadirkan aplikasi Ayo ke Taman Nasional (Ayo TN) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi destinasi wisata alam, melakukan pemesanan tiket secara daring, hingga mengakses informasi aktivitas di kawasan konservasi.
Melalui transformasi digital tersebut, pemerintah berharap pengelolaan destinasi wisata alam menjadi lebih modern, terintegrasi, dan mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Memasuki usia ke-10, INDOFEST diharapkan terus menjadi motor penggerak industri outdoor nasional sekaligus memperkuat budaya petualangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.













