Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sinergi Jawa Timur–Sulawesi Tengah, Khofifah Dorong Warga Jatim di Perantauan Tetap Menjaga Persaudaraan

Sinergi Jawa Timur–Sulawesi Tengah, Gubernur Khofifah, warga Jatim Guyub, Tetap Menjaga Persaudaraan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Gathering Masyarakat Jawa Timur di Sulawesi Tengah dengan tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah.” Acara yang berlangsung hangat di Kota Palu ini diikuti sekitar 250 warga Jawa Timur yang kini bermukim di Sulawesi Tengah, Jumat(17/10/2025).
banner 120x600

Sulteng || Radarpost.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Gathering Masyarakat Jawa Timur di Sulawesi Tengah dengan tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah.” Acara yang berlangsung hangat di Kota Palu ini diikuti sekitar 250 warga Jawa Timur yang kini bermukim di Sulawesi Tengah, Jumat(17/10/2025).

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Jawa Timur di Sulawesi Tengah atas kebersamaan, kemitraan, dan semangat menjaga persaudaraan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Bank Jatim, Winarti Legowo, serta para sesepuh Paguyuban Jawa Timur di Sulawesi Tengah seperti Supadi dan Erlangga.

“Pesan kami sederhana, tapi bermakna: jaga persaudaraan, jaga kedamaian, dan terus bangun keharmonisan,” ujar Khofifah. Ia menambahkan, di Jawa Timur terdapat semboyan yang kuat, yaitu ‘Guyub Rukun’. “Guyub berarti membangun soliditas dan solidaritas, sementara rukun berarti menjaga kedamaian di tengah perbedaan. Tanpa keduanya, harmoni tidak akan tercipta,” imbuhnya.

Khofifah juga mengisahkan bagaimana Presiden Jokowi pernah menyampaikan kepada Presiden Afghanistan bahwa Indonesia memiliki 714 suku bangsa, namun tetap bisa bersatu dalam bingkai kebangsaan. “Kita ini dipersatukan bukan karena agama atau suku, tetapi karena Indonesia,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran Gubernur Khofifah. “Meskipun bukan kali pertama Ibu Khofifah datang ke Sulawesi Tengah, kami tetap merasa berbahagia. Beliau sudah sering berkunjung bahkan ke desa-desa sejak lebih dari sepuluh tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Reny, kegiatan gathering ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga pengikat persaudaraan antara masyarakat Jawa Timur dan masyarakat Sulawesi Tengah yang sama-sama menjunjung nilai gotong royong dan kearifan budaya. Ia menambahkan, suku Jawa merupakan komunitas terbesar kedua di Sulawesi Tengah setelah suku asli setempat. Karena itu, ia berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi warga Jawa yang turut berkontribusi membangun daerah. “Silakan ajukan proposal untuk pembangunan jalan menuju area pemakaman taman, dan kami akan upayakan masuk dalam program tahun 2026–2027,” katanya.

Suasana gathering semakin meriah dengan suguhan tarian Tali Mokambu khas Sulawesi Tengah, Tari Remo dan Tari Jatilan dari Jawa Timur. Penampilan tersebut menjadi simbol harmoni dua budaya yang menyatu dalam semangat kebersamaan.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Sulawesi Tengah kepada Gubernur Khofifah, serta pemberian tali asih dari Gubernur Jawa Timur kepada paguyuban setempat. “Semoga pertemuan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara Jawa Timur dan Sulawesi Tengah,” tutur Khofifah sebelum meninggalkan lokasi acara.