Depok || Radarpost.id
Sekolah Sepak Bola (SSB) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Depok usai diluncurkan. Kini fokus bina pemain usia dini. SSB Korpri Kota Depok terus menggenjot pembinaan ratusan siswa sepak bola kategori usia 8 hingga 15 tahun.
Tim yang bermarkas di Jalan Marginda Raya, Kelurahan Depok, Kecamatan Panmas, Kota Depok, dengan tujuannya memperkuat fondasi sepak bola Klub Sepak bola KORPRI, sudah beberapa kali mencetak pemain handal.
Ketua PS KORPRI Kota Depok Nur Ihsan ketika ditemui mengatakan, kehadiran SSB ini sebagai wadah bagi putra dan putri ASN berlatih sepakbola. SSB ini pun semakin melengkapi klub olahraga yang berada dibawah naungan KORPRI Kota Depok.
“KORPRI sendiri sudah memiliki klub sepak bola, selain itu ada pecinta alam, klub bulu tangkis. Intinya dimana ASN memiliki kegemaran maupun hobi berkumpul di sini semuanya ada, sebab ASN punya hobi olahraga masing-masing,” kata Nur Ihsan, Jumat, (14/11/2025) di Balaikota Depok.
“Sedangkan SSB ini sebagai wadah anak-anak ASN yang ingin belajar sepak bola kita siapkan tempatnya,” tambahnya.
Ihsan mengatakan, jumlah siswa di sekolah sepak bola KORPRI mencapai lebih dari 90 yang terbagi dalam 5 kategori yakni kelompok usia 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan kelompok usia 15 tahun.
“Kami sudah siapkan pelatihnya, jadwalnya dan sebagainya. SSB ini juga bisa diikuti oleh masyarakat umum yang ingin dilatih juga dipersilakan,” tutur bang Ihsan.
Sejak berdiri tahun 2021, SSB ini di inisiatif oleh Pak H. Supian Suri yang saat ini menjadi Walikota Depok, yang inginkan adanya pembinaan sepakbola usia dini.

“Kami bersyukur bapak Walikota Depok punya inisiatif pembinaan sepakbola dan peduli terhadap anak anak yang hobi main bola, akhirnya beliau membentuk SSB KORPRI,” ungkapnya.
Menurutnya perubahan ini didasari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pemain lokal terus kita bina dari usia dini supaya hasilkan pemain yang kuat dan terampil.
“Alhamdulillah meskipun kami belum lama mengelola kegiatan pembinaan terhadap para siswa sepak bola. Tapi kami telah mengukir banyak prestasi, ini tentu sangat membanggakan,” ujar Ihsan.
Ihsan menambahkan, hasil pelatihan dalam setahun menunjukkan perkembangan positif. Teknik dasar dan daya tahan fisik anak meningkat secara signifikan.
“Kami akan terus berupaya agar mereka menjadi tulang punggung klub PS KORPRI. Termasuk juga yang nantinya mereka bisa berlaga di klub-klub lain,” ucapnya.
Lebih lanjut Ihsan, menuturkan untuk mengukur kemampuan, dua program telah disiapkan. Pertama, gelar turnamen usia dini, yaitu pertandingan internal antar pemain binaan.
“Kami menilai kompetisi wajib sejak usia dini. Sebab, mental bertanding juga terbentuk dari pengalaman bermain langsung,” ungkap Wandi.
Dengan latihan teratur dan disiplin, mereka optimis. SSB KORPRI yakin dapat cetak generasi sepak bola yang tangguh.
Maju atau tidaknya olahraga sepak bola harusnya menjadi tanggung jawab semua. “Kami tentu berharap upaya pengembangan bakat sepak bola anak anak mendapat perhatian dari semua pihak,” tutup dia.(**).













