Depok || Radarpost.id
Pemerintah Kota Depok bersama Dekranasda sukses menghelat peragaan busana berbahan material daur ulang. Lomba Fashion show Recycle Festival, pakaian dari daur ulang sampah mewarnai Dekranasda Expo 2025.
Even beautiful Recycled Fashion Show, digelar di Depok Car Free Day (DCFD), jalan Margonda Raya, Kota Depok pada Minggu (07/12/2025) kemaren.
Gelaran Recycled Fashion Design dan Catwalk Competition serta Trunk Show Designer Lokal Kota Depok, menghadirkan ratusan karya busana nan indah namun terbuat dari sampah atau barang bekas.
Menariknya lagi, even Recycle Fashion, busana yang ditampilkan merupakan karya anak-anak muda dan para ASN Kota Depok.Ini menjadi bukti bahwa dengan sentuhan kreativitas, barang bekas bisa didaur ulang menjadi barang yang indah dan bernilai ekonomis tinggi.
Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah, mengatakan, even beautiful Recycled Fashion Show bukanlah sekadar perhelatan fashion. “Ini adalah cara kami untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Chandra.

Hal ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, juga sebagai ajang untuk berkreasi dalam bidang fashion
Selain itu, kata Chandra, pihaknya terus mengampanyekan pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Sebab, plastik yang butuh bertahun-tahun untuk bisa terurai.
“Saya senang bahan yang digunakan anak-anak muda ini sebagian berbahan daur ulang sampah plastik. Dengan ini, mereka mendapat edukasi untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik, sehingga ke depan tidak sembarangan memproduksi sampah plastik,” ucap dia.
Bisa dibilang, limbah plastik menjadi pilihan menarik bagi banyak peserta untuk dikreasikan menjadi suatu karya fashion yang indah. Selain mudah didapat dari lingkungan sekitar.
Di tempat yang sama Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah menampilkan kreativitas terbaiknya pada acara Dekranasda Expo ini.

“Karya yang ditampilkan ini luar biasa. Ada yang menang dan ada yang belum, itu bagian dari kompetisi. Namun semuanya sudah berkontribusi menunjukkan kreativitas warga Depok,” ucap Cing Ikah.
Menurut Cing Ikah, kegiatan fashion show bertajuk bahan daur ulang ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi untuk menunjukkan bahwa sampah non organik dapat diolah menjadi produk bernilai seni dan memiliki potensi ekonomi.
“Tujuan utama kami mengajak semua pihak lebih perduli terhadap kebersihan lingkungan, memanfaatkan berbagai sampah untuk membuat gaun unik,” katanya.
Tidak hanya menggunakan bahan daur ulang plastik, ada juga bahan lainnya seperti bekas spanduk, karung beras, kain goni, kardus, bekas kaset atau cd (compact disc), peserta juga menggunakan bekas kemasan mie instan yang dikreasikan menjadi dress super unik. Pecinta mie instan.
Selain itu, tambahnya, penampilan para peserta memiliki potensi besar dalam industri kreatif, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini bagian dari percepatan agar warga Kota Depok punya kreatifitas yang luar biasa dan tentunya menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya.

“Kebersihan adalah faktor penting dalam menjaga lingkungan yang bersih, diharapkan masalah sampah dapat tertangani dengan lebih baik,” harap Cing Ikah.
Sementara itu salah satu peserta lomba Dina bersama Septi selalu merencanakan konsep terlebih dahulu sebelum membuat karya untuk diikutsertakan dalam perlombaan.
“Ini pertama kalinya di Depok ada lomba pakai baju daur ulang sampah. Jadi saya ikut perlombaan, kami punya konsepnya,” ujarnya.
“Senang banget bisa berpartisipasi di event seperti ini, selain itu juga membuat saya semakin semangat dalam mengasah kreativitas dalam membuat busana pakai daur ulang sampah,” tutupnya. (**).













