Depok || Radarpost.id
Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang digelar komunitas Yayasan Pendidikan Sahabat Karunia Rahman, bersama Dinas Sosial Kota Depok menggelar pentas penyandang disabilitas untuk berekspresi dan berkreasi.
Acara yang berlangsung di Alun-alun Wilayah Barat di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari Kota Depok, Sabtu (13/12/2025), menjadi ruang inklusif bagi ratusan penyandang disabilitas, pendamping, komunitas.
Kepala Dinas Sosial turut menghadiri kemeriahan Hari Disabilitas Internasional di Kecamatan dan Bojongsari Kota Depok. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta, dengan dukungan lebih dari 40 panitia dan relawan.
Berbeda dari sekadar seremoni, peringatan HDI tahun ini dirancang sebagai panggung bersama bagi seluruh ragam disabilitas. Sebenarnya Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember.

Selain pentas seni, Fun Walk, Pameran hasil Karya kreatifitas Disabilitas, serta Talk show berjalan seru dan menarik perhatian masyarakat.
Para peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari tunanetra, disabilitas intelektual, Down Syndrome (DS), hingga penyandang cerebral palsy. Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah fashion show dan bernyanyi.
Founder Karunia Center, Abdulrrahman, S.Tr.Kes, mengatakan Acara juga menghadirkan pasar dan bazar UMKM yang menampilkan karya dan produk buatan komunitas difabel.
“Kami memfasilitasi seluruh ragam disabilitas agar bisa menampilkan bakat dan minatnya. Selain pertunjukan seni, ada juga bazar UMKM dari karya teman-teman difabel,” kata Founder Karunia Center, Abdulrrahman, S.Tr.Kes, Sabtu, (13/12/2025) saat ditemui usai acara.
Momentum itu turut dimanfaatkan mereka untuk memamerkan beragam karya mulai aksesoris kerajinan tangan, lukisan, karya kriya, hingga aneka produk kuliner.
“Ragam kreativitas itu menjadi bukti bahwa ketika kesempatan dibuka, penyandang disabilitas mampu berkarya setara dengan warga lainnya,” tuturnya.
Menurut Abdulrrahman, deretan produk karya mereka itu menjadi bukti bahwa kreatifitas para penyandang disabilitas harus terus diperkuat untuk mendukung mereka menjadi lebih mandiri. Hanya di balik kreativitas itu, masih tersimpan realitas yang mengemuka di dunia kerja.

Abdulrrahman yang akrab disapa Rahman ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan mewadahi para penyandang disabilitas yang selama ini belum mendapatkan ruang berekspresi, baik di bidang seni maupun ekonomi kreatif.
Menurut Rahman, Penyandang disabilitas sulit memperoleh akses dan kesempatan kerja. Hambatan juga muncul dari keterbatasan fasilitas pelatihan dan pendidikan yang belum merata.
Padahal, menurut UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, pemerintah dan sektor swasta wajib menyediakan kesempatan kerja yang setara dan berkualitas kemampuan juga ada.
“Disabilitas tidak hanya terbatas pada keterbatasan fisik yang terlihat di jalan, namun juga dapat menginspirasi dan bahkan membawa kesuksesan,” ucapnya.
Rahman, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pendampingan disabilitas. Baginya, kolaborasi antar Pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas menentukan kualitas Kota Depok sebagai Kota yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa isu disabilitas tidak bisa ditangani oleh satu komunitas saja.
Ia menambahkan, pentas seni ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara tahunan semata, tetapi menjadi langkah awal bagi para seniman difabel untuk berkembang secara profesional di bidang seni dan budaya.
“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah kesempatan. Tidak ada seleksi dalam penampilan, karena semua berhak mendapat panggung,” katanya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Sahabat Karunia Rahman Ignasius Dataran Wijaya menuturkan, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas.
“Diharapkan denga peringatan ini, kerjasama antar Dinas terkait dan masyarakat bisa lebih memahami pentingnya penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Iqnasius.
Iqnasius mengungkapkan bahwa disabilitas tidak hanya terbatas pada keterbatasan fisik yang terlihat, namun juga dapat menginspirasi dan bahkan membawa kesuksesan.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama untuk mencapai hal-hal besar seperti halnya individu tanpa disabilitas, jika diberi kesempatan yang setara.
“Hari Disabilitas Internasional ini harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih menghargai penyandang disabilitas. Agar masyarakat dapat lebih sensitif terhadap kondisi penyandang disabilitas dan memberikan dukungan yang diperlukan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya penyandang disabilitas memiliki akses yang sama dalam pendidikan dan lapangan kerja. Kesetaraan ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik untuk mereka berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Kami percaya bahwa perhatian dan dukungan masyarakat akan membantu mereka untuk lebih percaya diri dan terus berkembang, serta meraih impian mereka seperti halnya orang pada umumnya,” pungkasnya. (**).













