Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sambut Tahun Baru 2026, Warga Bantarjati RW 08 Pilih Bakar-Bakaran Sederhana di Kebon

banner 120x600

Radarpost.id||KotaBogor

Sebagian warga Bantarjati RW 08, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, memilih cara sederhana namun penuh makna dalam menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026. Alih-alih menghabiskan waktu di tempat hiburan atau wisata, warga justru berkumpul di lapangan kebon dengan menggelar acara bakar ikan, ayam, dan sosis bersama keluarga, pemuda, serta para tetangga.

Tradisi sederhana ini dilakukan sebagai wujud solidaritas sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika para pemuda dan warga bahu-membahu menyiapkan peralatan bakar, membersihkan ikan dan ayam, hingga menyantap hidangan bersama.

Salah seorang warga Bantarjati, Fauzi, mengaku sengaja memilih merayakan malam tahun baru di kebon bersama anak-anak muda dan tetangga dibandingkan pergi ke tempat yang tidak jelas arah dan tujuannya.

“Kalau ke tempat wisata bisa kapan saja. Tapi berkumpul lengkap dengan keluarga dan tetangga di malam pergantian tahun itu jarang terjadi. Momen seperti ini jauh lebih berharga,” ujarnya.

Sementara itu, Triyana, Ketua RT 05/08, menuturkan bahwa hidangan yang disiapkan pun sangat sederhana. Masing-masing pemuda hanya membawa beberapa ekor ayam dan ikan untuk dibakar, lalu dinikmati bersama dengan nasi dan sambal seadanya.

“Tidak perlu mewah. Yang penting kebersamaannya. Ayam dan ikan dibakar, dimakan bareng-bareng, itu sudah cukup membuat kami bahagia,” katanya.

Ketua RW 08 Bantarjati, Agus Herawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan positif atas kegiatan warga tersebut. Menurutnya, perayaan tahun baru seperti ini mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

“Saya mendukung secara positif kegiatan warga ini. Perayaan sederhana namun penuh kebersamaan seperti ini justru lebih bermakna, aman, dan memperkuat silaturahmi antarwarga. Ini contoh baik, khususnya bagi generasi muda, bahwa menyambut tahun baru bisa dilakukan dengan cara yang sehat dan bermanfaat,” ujar Agus Herawan.

Usai makan bersama, malam pergantian tahun dilanjutkan dengan kegiatan santai seperti berbincang, bercanda, hingga bernyanyi karaoke bersama sambil menunggu detik-detik pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 tepat pukul 00.00 WIB.

Pantauan di sejumlah permukiman menunjukkan, pilihan merayakan malam tahun baru di lingkungan rumah semakin diminati warga. Selain lebih hemat biaya, cara ini juga dinilai lebih aman dan nyaman, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil maupun orang tua.

Bagi sebagian warga Bantarjati, menyambut tahun baru tidak harus dirayakan dengan kemeriahan besar. Kebersamaan, rasa syukur, dan kehangatan antarwarga justru menjadi makna utama dalam menutup tahun lama dan menyongsong tahun yang baru.

Karena kadang, resolusi terbaik itu bukan pesta besar—tapi hati yang pulang ke rumah.