Depok || Radarpost.id
Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, menggelar senam bersama Persadia, PMKI dan MR.DIY yang diikuti puluhan emak-emak dan para remaja putri dan putra.
Senam digelar, Minggu (1/02/2026) di lapangan Depok Open Space (DOS) jalan Margonda Raya, Kota Depok.
Tak ayal banyak warga yang menikmati Care Free Day (CFD) mengikuti antusias senam bersama KORMI Kota Depok.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, drg. Setiawan Witjaksana, mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang arti dan pentingnya kebugaran.
“Iya kita adakan senam gabungan antara persadia, PMKI dan MR. DAY mengajak masyarakat Kota Depok yang sehat, bugar, dan gembira,” ujarnya.

Setiawan juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi nantinya akan banyak berkolaborasi dengan berbagai stekholder dan komunitas, terutama dengan komunitas lansia.
“KORMI bukan hanya Olahraga prestasi melainkan olahraga. Mari kita tunjukkan bahwa jika semua sehat dan bugar, InsyaAllah apa yang kita tuju akan terwujud, untuk ikut menyehatkan masyarakat,” tukasnya.
Setiawan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh beberapa Inorga, di berbagai event olahraga seperti senam sehat persadia dan PMKI.
“InsyaAllah, minggu depan kita akan mengadakan senam ngajak semua Inorga, sekalian penutupan jelang bulan Puasa dan Ramadhan, Kita istirahat sejenak,” tutur Setiawan.
Setiawan juga menjelaskan bahwa KORMI akan terus lakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok mendukung kegiatan yang terus berjalan.
“Jika terus berkegiatan dan mengajukan akan kita dorong. Tapi jika tidak ada program jangka panjang, program jangka pendek, jika tidak ada kegiatannya, maka sulit bagi Pemerintah untuk mendukung,” tuturnya.
Dirinya berpesan agar setelah sosialisasi program dari Kalurahan ke Kelurahan.
“Saya bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dan berkembang dan saya harap dapat terus berkembang, karena selain menyenangkan juga bisa diterapkan dimanapun dan bisa menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata,” pesan Setiawan.
“Hal yang sangat penting adalah proses pengalihan pengetahuan kesenian tradisional sudah mulai punah sehingga harus ada proses transformasi ilmu. Mereka yang sudah senior harus mengajari para yunior agar anak-anak dan budaya lokal tidak hilang,” tandasnya. (**).













