Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

PR NU Serua Bojongsari, Adakan Lailatul Ijtima, Ngaji Sambut Bulan Ramadhan

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Suasana religius menyelimuti di Majlis Taklim Al Hidayah, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Minggu (15/02/2026) malam. Pengurus Ranting NU Serua Bojongsari dan tokoh masyarakat sebagai bentuk ikhtiar menyambut Bulan Suci Ramdhan yang dikemas dalam kegiatan Lailatul ijtima.

Kekompakan pengurus NU baik tingkat Kelurahan maupun anak Ranting tingkat RW semakin erat terjalin dengan kegiatan lailatul ijtima.

Ketua Tanfidziyah PRNU Serua Dr. Asep Kamaluddin, menyampaikan bahwa acara ini menjadi simbol persatuan ummat sebagaimana pesan para muassis NU yang senantiasa menjaga ukhuwah dan sifat moderat dalam kehidupan sehari hari.

“Iya sebagai makna logo NU menggambarkan visi rahmatan lilalamin, semua pengurus NU hendaknya menyebar energi positif kepada masyarakat sekitar,” kata Dr. Asep.

Asep, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus, mulai dari Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, atas kekompakan dalam menjaga kegiatan Lailatul Ijtima’.

“Terima kasih kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mendukung kegiatan Lailatul Ijtima’. Tentunya kami berharap, semangat perjuangan dan keteladanan para pendahulu NU dapat terus diteladani oleh generasi penerus,” ucapnya.

“Semoga kita bisa meneladani perjuangan beliau dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Tanfidziiyah MWC NU Bojonsari KH Syukron, hadir untuk mengisi Tausiyah, untuk memberikan pencerahan kepada pengurus NU dan masyarakat.

Para jamaah PR NU, PRA NU, KH. Hadi, pimpinan PR NU Serua dan para tokoh Agama serta masyarakat, saat mendengarkan Tausyiah KH. Syukron dalam acara Lailatul Ijtimak. (foto.ist).
KH Syukron mengatakan, Lailatul Ijtimak sebagai momentum menjalin kekompakan dan semangat saling berwasiat dalam kesabaran dan kebenaran.

“Menghadapi bulan Suci Ramadhan di bulan Puasa pentingnya bagi kita untuk memahami ilmu sebelum ibadah, menjalin kekompakan dan semangat saling berwasiat dalam kesabaran dan kebenaran,” ucap H. Syukron.

Di acara penutup KH. Hadi Hadiatullah sebagai Mustasyar menuturkan, pelaksanaan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Syakban, yang disebutnya sebagai pintu gerbang menuju Ramadan.

“Lailatul Ijtima’ ini menjadi pemanasan spiritual untuk menjemput bulan suci Ramadan. Kita siapkan iman dan kesehatan agar bisa menjalani ibadah dengan maksimal,” tuturnya.

KH Hadi berpesan kepada Pengurus Ranting dan Anak Ranting Nahflatul Ulama, bisa menjaga amaliyah Ahli Sunnah Wal Jamaah dan pentingnya masyarakat senantiasa dekat dengan ulama sebagai penuntun Agama.

“Ini bisa mempererat silaturahim sekaligus memantapkan bekal spiritual menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan,” kata KH Hadi.

“Lailatul Ijtima’ ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahim antara pengurus NU, umara, ulama, dan masyarakat. Ilmu yang kita peroleh dari ngaji harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (hd/ad).