Jakarta||Radarpost.id
Isu praktik politik uang (money politic) serta menurunnya kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu menjadi topik utama dalam podcast Penjaga Harapan yang dipandu oleh Nuke Azwita. Dalam episode tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin, hadir sebagai narasumber.
Dalam perbincangan itu, Nuke Azwita menyoroti praktik politik uang yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa money politic tidak hanya merusak proses pemilu, tetapi juga berdampak pada integritas pejabat publik yang terpilih.

Menanggapi hal tersebut, Mochammad Afifuddin menyatakan bahwa politik uang merupakan pelanggaran serius yang harus ditindak tegas. Ia mengungkapkan bahwa praktik tersebut kerap berujung pada konsekuensi hukum, termasuk operasi tangkap tangan terhadap pejabat daerah yang terlibat dalam tindak pidana korupsi pasca pemilu.
“Money politic bukan hanya persoalan saat pemilu berlangsung, tetapi efek jangka panjangnya dapat merusak tata kelola pemerintahan,” ujar Afifuddin.
Selain membahas isu politik uang, diskusi juga mengulas tantangan yang dihadapi Afifuddin dalam memimpin KPU di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik. Ia mengakui adanya beban moral yang besar dalam menjaga integritas lembaga negara sekaligus memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik.
Afifuddin menambahkan, KPU terus berupaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta meningkatkan edukasi politik kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap praktik politik uang.
Melalui dialog yang berlangsung secara terbuka, podcast tersebut menghadirkan perspektif mendalam mengenai tantangan demokrasi di Indonesia, mulai dari tekanan publik hingga upaya menjaga legitimasi institusi negara.
KPU menegaskan komitmennya untuk memastikan pemilu berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.
Selengkapnya
di Youtube Penjaga Harapan













