Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Thata Imuth dan Dede Satria Rilis “Doa di Langit Pagi”, Angkat Tema Ikhlas dalam Cinta

Penyanyi Thata Imuth berkolaborasi dengan Dede Satria merilis single duet bertajuk “Doa di Langit Pagi”.( Dok pribadi)
banner 120x600

Jakarta||Radarpost.id

Penyanyi Thata Imuth berkolaborasi dengan Dede Satria merilis single duet bertajuk “Doa di Langit Pagi”, sebuah lagu yang mengangkat tema cinta yang tulus dengan pesan merelakan dan tetap mendoakan.

Lagu tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 20 Maret 2026, sementara video klip resminya dirilis pada 13 April 2026 melalui kanal YouTube resmi.

“Doa di Langit Pagi” hadir dengan aransemen minimalis yang menonjolkan kekuatan vokal serta lirik emosional. Lagu ini menggambarkan kisah dua insan yang saling mencintai, namun memilih untuk tidak bersama dan mengambil jalan ikhlas.

Penulis lagu, Syahroni atau Roni Neo, mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam produksi lagu ini menitikberatkan pada kejujuran rasa.

“Kami tidak ingin lagu ini terdengar sempurna, tapi kami ingin lagu ini terasa jujur,” ujar Roni dalam keterangannya.

Secara tematik, lagu ini tidak sekadar mengangkat romansa, tetapi juga menggambarkan proses menerima kenyataan dan mendoakan orang yang dicintai. Pesan tersebut diharapkan dapat relevan dengan pengalaman banyak pendengar.

Dari sisi musikalitas, perpaduan karakter vokal Thata Imuth yang lembut dengan warna suara Dede Satria yang hangat menciptakan harmoni yang kuat. Kolaborasi ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam single tersebut.

Thata Imuth sendiri dikenal memiliki perjalanan karier yang beragam, mulai dari dunia musik hingga berprofesi sebagai IT Security Analyst dan dosen. Sementara Dede Satria telah lama berkecimpung di industri musik dan perfilman Indonesia.

Proses produksi lagu dilakukan secara sederhana dan organik, dengan fokus pada kekuatan cerita. Hal tersebut juga tercermin dalam konsep visual video klip yang mengusung gaya minimalis dan elegan.

Melalui karya ini, keduanya ingin menyampaikan bahwa tidak semua cinta harus dimiliki, melainkan bisa diwujudkan melalui doa dan keikhlasan.

“Kadang yang paling tulus itu bukan yang bertahan, tapi yang memilih mendoakan, lalu mengikhlaskan,” demikian pesan yang disampaikan melalui lagu tersebut.

Thata Imuth menegaskan bahwa karya ini tidak dibuat untuk sekadar mengejar popularitas, melainkan untuk memberikan makna bagi pendengarnya.

“Kami ingin lagu ini jadi yang paling tinggal. Kalau ada yang merasa ditemani oleh lagu ini, itu sudah lebih dari cukup,” kata dia.

Dengan pesan yang kuat dan pendekatan musikal yang sederhana, “Doa di Langit Pagi” diharapkan dapat menjadi teman refleksi bagi pendengar yang pernah mengalami cinta dalam diam.