Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

GRAUSIG Rilis “Chant of Blight”, Eksplorasi Dendam Gelap di Era Digital Musik Metal

Band death metal pionir Indonesia, Grausig, kembali menunjukkan eksistensinya dengan merilis single terbaru bertajuk “Chant of Blight”.
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Band death metal pionir Indonesia, Grausig, kembali menunjukkan eksistensinya dengan merilis single terbaru bertajuk “Chant of Blight”. Lagu ini menjadi kelanjutan narasi dari single sebelumnya, “Litani Agoni”, yang dirilis pada Agustus 2025.

Di tengah transformasi industri musik yang semakin terdigitalisasi, Grausig menegaskan bahwa genre metal tetap mampu beradaptasi dan menjangkau audiens lebih luas.

Jika sebelumnya distribusi karya metal lebih mengandalkan rilisan fisik dan jaringan komunitas, kini platform digital menjadi medium utama dalam menyebarkan karya, tanpa mengurangi esensi dan karakter musiknya.

“Chant of Blight”, yang secara harfiah berarti mantra atau seruan kehancuran, menghadirkan konsep yang lebih dalam dan gelap. Lagu ini mengisahkan sosok yang diliputi dendam mendalam akibat takdir pahit dan pengkhianatan, hingga mendorongnya melampaui batas kemanusiaan.

Ia tidak mencari kedamaian dalam kematian, melainkan bangkit sebagai algojo dari alam lain untuk menebar penderitaan abadi.

Secara musikal, Grausig tetap mempertahankan identitas death metal yang agresif, namun dengan pendekatan komposisi yang lebih matang. Proses kreatif lagu ini disebut memakan waktu cukup panjang, dengan mempertimbangkan berbagai referensi serta respons dari pendengar terhadap karya sebelumnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa “Chant of Blight” tidak hanya menjadi lanjutan cerita, tetapi juga peningkatan kualitas secara keseluruhan.

Dari sisi produksi, Grausig kembali bekerja sama dengan Yuda di K-Studio untuk proses mixing. Sementara tahap mastering dipercayakan kepada Dan Randall di Mammoth Sound Mastering, Amerika Serikat.

Kolaborasi ini menghasilkan kualitas audio yang lebih solid dan siap bersaing di pasar global.

Perjalanan panjang Grausig sejak terbentuk pada 1989 menjadi bukti konsistensi mereka dalam skena musik ekstrem Indonesia.

Selama lebih dari tiga dekade, band ini telah merilis berbagai album, mini album, hingga single yang memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pionir death metal Tanah Air.

Sebagai bagian dari strategi perilisan, Grausig juga akan meluncurkan video musik resmi “Chant of Blight” pada Jumat, 17 April 2026 melalui kanal YouTube Grausig Channel, bersamaan dengan distribusi di seluruh platform digital.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjangkau generasi pendengar baru sekaligus mempertahankan basis penggemar lama.

Dengan perilisan ini, Grausig berharap “Chant of Blight” dapat diterima lebih luas oleh penikmat musik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional.

Di tengah gempuran berbagai genre populer, kehadiran karya ini sekaligus menegaskan bahwa musik metal tetap memiliki ruang dan relevansi di era digital.