Jakarta|| Radarpost.id
Rencana menghadirkan grup musik asal Korea Selatan, BTS, ke Jakarta pada akhir 2026 memunculkan dinamika menarik antara pemerintah daerah dan para penggemar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih untuk mengedepankan aspirasi publik setelah usulannya terkait lokasi konser menuai respons luas dari komunitas ARMY.
Dalam sebuah acara di Jakarta, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengusulkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai lokasi konser. Namun, wacana tersebut justru memicu penolakan dari sebagian penggemar yang menilai akses menuju stadion di Jakarta Utara masih menjadi kendala.
“Banyak yang menyampaikan keberatan, termasuk dari komunitas penggemar sendiri. Bahkan anak saya yang juga ARMY ikut mengingatkan agar tidak terlalu jauh mencampuri preferensi mereka,” ujar Pramono.
Ia menuturkan, masukan tersebut menjadi pertimbangan penting, mengingat konser berskala internasional membutuhkan dukungan aksesibilitas dan kenyamanan yang optimal bagi penonton.
Sebagai alternatif, sebagian besar penggemar menginginkan konser digelar di kawasan pusat kota seperti Gelora Bung Karno (GBK), yang dinilai lebih siap dari sisi transportasi dan infrastruktur pendukung.
Menanggapi hal itu, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen meningkatkan kesiapan JIS, termasuk melalui pengembangan konektivitas transportasi publik dan integrasi kawasan sekitar stadion.
“Perbaikan akses menuju JIS terus dilakukan, mulai dari penguatan transportasi umum hingga integrasi kawasan. Namun pada akhirnya, keputusan lokasi konser akan diserahkan kepada promotor dan mempertimbangkan kenyamanan penonton,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mendengar suara masyarakat, terutama penggemar sebagai pihak yang akan langsung merasakan pengalaman acara tersebut.
Wacana konser BTS di Jakarta sendiri disambut antusias oleh penggemar di Indonesia. Kehadiran grup tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada industri hiburan, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka terhadap aspirasi publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat menghadirkan pengalaman konser yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh penonton.













