Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Gerimis dan Adrian Sidharta Hidupkan Rock 90-an di Single “So Lonely”

Kancah musik rock Indonesia kembali mendapat suntikan energi baru. Supergroup asal Jakarta,(rr)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Kancah musik rock Indonesia kembali mendapat suntikan energi baru. Supergroup asal Jakarta, Gerimis, resmi merilis single perdana bertajuk “So Lonely” pada 22 April 2026 melalui berbagai platform digital. Band ini terbilang bukan pemain baru.

Gerimis dihuni oleh musisi lintas generasi dengan pengalaman panjang di industri musik Tanah Air, menjadikannya salah satu proyek kolaboratif yang langsung mencuri perhatian sejak awal kemunculannya.

Terbentuk dari Pertemuan Tak Terduga

Gerimis terbentuk pada 14 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta. Awalnya hanyalah pertemuan santai di sebuah festival musik, namun obrolan yang berkembang serius akhirnya melahirkan formasi solid.
Di posisi vokal, ada Amirzidane (Muhammad Amirudin), musisi yang sudah malang melintang sejak era 90-an.

Ia pernah terlibat sebagai kru Slank, vokalis Keraton, Jaddah Slank, hingga tampil di berbagai panggung besar seperti Soundrenaline dan Java Jazz.

Lini gitar diisi oleh Luciano (Bule), seorang sound engineer sekaligus gitaris The Sign, bersama Ary yang memperkuat karakter musikal band. Sementara sektor ritme diperkuat Jaka Jackers (eks Wahh Band, Power Slaves, BIP) di drum dan Obin dari Steven Jam di bass.

Dengan latar belakang tersebut, Gerimis membawa DNA rock 90-an yang kental, namun dikemas ulang dengan pendekatan modern.

“So Lonely”, Lagu Emosional yang Relate Single “So Lonely” menjadi langkah awal Gerimis memperkenalkan identitas mereka.

(foto: rr)

Lagu ini ditulis oleh Amirzidane dan mengangkat tema sederhana namun dekat dengan banyak orang: menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
Lebih dari sekadar kesendirian fisik, lagu ini berbicara tentang kesepian secara emosional.

“Petunjuk arah terang justru dari kegelapan,” menjadi benang merah pesan yang ingin disampaikan Gerimis.

Secara musikal, lagu ini memadukan nuansa rock 90-an dengan produksi modern. Aransemen gitar yang kuat dipadu dengan sentuhan keyboard bernuansa vintage ala 70-an, menciptakan warna yang unik di tengah lanskap musik saat ini.
Kolaborasi dengan Adrian Sidharta dan Bayu Randu

Kekuatan “So Lonely” semakin terasa lewat kolaborasi dengan Adrian Sidharta, kibordis Slank era awal (1985–1988). Kehadirannya memberi sentuhan khas melalui permainan keyboard yang memperkaya atmosfer lagu.

Di balik layar, produksi ditangani oleh Bayu Randu—produser yang dikenal lewat karya bersama band rock Indonesia seperti Edane, Funky Kopral, hingga Voodoo.

Menurut Bayu, keterlibatan Adrian bukan sekadar gimmick.

“Kita butuh karakter suara yang ‘jreeengg’, unsur Hammond dan synth untuk memperkuat lagu,” ujarnya.

Tak hanya itu, lapisan vokal juga diperkaya oleh Weni Piranha yang memberikan nuansa emosional lebih dalam.

Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dan Musicblast Studio dengan pendekatan organik, di mana materi berkembang secara spontan saat proses berlangsung.

Digarap Cepat, Penuh Semangat
Menariknya, proyek ini berjalan sangat cepat. Setelah proses latihan dan rekaman, Gerimis langsung menuntaskan mastering hingga produksi video klip dalam waktu singkat.

Video musik bahkan diselesaikan hanya dalam hitungan hari sebelum perilisan, menunjukkan keseriusan sekaligus chemistry kuat antar personel.

Bawa Harapan Baru untuk Rock Indonesia

Sebagai supergroup yang baru lahir, Gerimis tak hanya membawa pengalaman, tetapi juga semangat kolaborasi dan eksplorasi.

Mereka berharap kehadiran “So Lonely” bisa menjadi alternatif segar di tengah industri musik saat ini.

“Semoga pendengar musik Indonesia mendapatkan opsi yang menyegarkan,” ungkap mereka.

Dengan kombinasi pengalaman, karakter kuat, serta pendekatan musikal yang matang, Gerimis berpotensi menjadi salah satu warna baru yang patut diperhitungkan di skena rock Indonesia.