Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pemkot Depok Buka Program Magang ke Jepang, Gaji Capai Rp18 Juta per Bulan

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka peluang bagi generasi muda untuk mengikuti program magang ke Jepang.

Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja internasional, sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja global.

Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan kesempatan bagi pemuda untuk menjalani magang di Jepang selama tiga tahun.

“Ini adalah program Pemerintah Kota Depok untuk memfasilitasi anak-anak muda magang ke Jepang dengan durasi selama tiga tahun,” ujarnya.

Menurut Nessi, Pemkot Depok memberikan dukungan penuh selama proses persiapan. Dukungan tersebut meliputi beasiswa pelatihan serta bantuan biaya hidup bagi peserta agar dapat mengikuti pelatihan secara optimal sebelum diberangkatkan.

“Kami memberikan bantuan beasiswa pelatihan dan juga biaya hidup selama masa pelatihan,” katanya.

Selama menjalani masa magang di Jepang, peserta berkesempatan memperoleh penghasilan berkisar antara Rp14 juta hingga Rp18 juta per bulan

Setelah menyelesaikan program, peserta juga memiliki peluang untuk melanjutkan kontrak kerja atau diangkat menjadi pekerja tetap dengan penghasilan yang dapat meningkat hingga Rp20 juta sampai Rp28 juta per bulan.

Nessi mengungkapkan, peserta asal Indonesia, khususnya dari Depok, dinilai memiliki kinerja yang baik sehingga peluang untuk menjadi pekerja tetap cukup terbuka.

“Berdasarkan informasi, peserta dari Indonesia, khususnya Depok, memiliki kinerja yang baik sehingga berpeluang menjadi pekerja tetap dengan penghasilan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, sekitar 160 peserta dinyatakan siap diberangkatkan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Pada tahap awal, sebanyak delapan peserta telah dilepas dan dijadwalkan berangkat pada Mei mendatang.

Para peserta akan ditempatkan di berbagai sektor industri, antara lain alat berat, konstruksi, pertanian, serta industri makanan.

“Mereka akan ditempatkan di berbagai perusahaan, mulai dari sektor alat berat, konstruksi, pertanian, hingga industri makanan,” jelasnya.

Nessi mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan peluang tersebut. Ia menilai kesempatan bekerja di luar negeri masih terbuka luas bagi warga Depok.

“Bagi yang berminat, silakan datang ke Disnaker. Mudah-mudahan pada tahun 2027 pelatihan serupa dapat kembali diselenggarakan,” katanya.

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Depok di tingkat internasional. (**).