Depok || Radarpost.id
Sudut ruangan Lobby Gedung Dibaleka 2 Balaikota Depok dipenuhi toples plastik transparan. Toples-toples itu berisi ikan cupang.
1.310 Ikan Cupang “Bertarung Cantik” di Balaikota Depok, Perebutkan Piala Walikota Depok, untuk memeriahkan HUT ke-27 2026.
Kontes yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Kolaborasi bersama Manson Cupang Reot sebuah komunitas pehobi Ikan Cupang berskala Internasional itu berlangsung selama tiga hari.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak hari Jumat dengan proses pemasukan ikan, dilanjutkan penjurian pada hari Sabtu, dan ditutup pada hari Minggu dengan pengumuman pemenang.
Toples berjejer rapih pada sebuah rak dari besi. Tinggi rak itu sekitar 2 meter. Setiap toples berisi ikan cupang itu diberi sekat berwarna kuning. Ya, di lobi Gedung Dibaleka 2 Balaikota Depok itu tengah menjadi arena kontes ikan cupang.
Hal ini selaras dengan telah selesainya rangkaian kegiatan Kontes Ikan Cupang tingkat Indonesia di Kota Depok.

M. Fitriawan mengatakan, penyelenggaraan kontes cupang yang dihelat ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, sekaligus memperebutkan Piala Walikota.
Namun kata Fitriawan, kegiatan ini tidak hanya sekedar kontes yang mempertemukan para pehobi Ikan cupang saja.
Melainkan bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat guna meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bagai para pembudidaya ikan hias yang jumlahnya cukup banyak di Kota Depok.
“Tentunya bersama Depok Maju, harapan kami kontes cupang ini bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap Ikan hias terutama ikan cupang yang tentunya akan berdampak positif terhadap meningkatnya penghasilan para pembudidaya ikan hias,” ucap Omfit.
“Kedepan Pemerintah Kota Depok siap mensupport kegiatan pengembangan usaha ikan hias termasuk ikan cupang,” paparnya.
Kepala Dinas DKP3 Depok Dadan Rustandi menyampaikan, apresiasinya atas kerja kerasnya panitia, dan Kepala Bidang Perikanan, M. Nur Hidayat berserta jajarannya, yang telah berhasil menyelenggarakan kontes cupang bersama Komunitas ikan cupang Manson.
“Terima kasih juga kepada bapak Walikota Depok, yang terus mendukung budidaya ikan hiar terus berkembang bahkan sampai tingkat Nasional dan Internasional,” kata Dadan, pada Minggu (26/04/2026).
Dadan mengatakan, proses penjurian dilakukan secara profesional dengan melibatkan juri dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia.
“Kami menghadirkan juri internasional untuk memastikan penilaian objektif dan sesuai standar,” ujarnya.
Dadan menambahkan, para pemenang di masing-masing kelas akan mendapatkan trofi serta uang pelatihan, dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp50 juta. Piala Walikota Depok menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi dalam kontes ini.
Sementara itu Ketua Panitia, Raka Adiputra, menjelaskan kontes menggunakan tiga penilaian standar, yakni International Betta Contest (IBC), Standar Nasional Indonesia (SNI), serta kategori kolektor.
Dari total peserta, 702 ikan masuk kelas IBC, 359 ikan di kelas SNI, dan 249 ikan dalam kategori kolektor.

Menurut dia, penjurian dilakukan secara ketat oleh 10 juri yang terdiri dari empat juri nasional, lima juri standar IBC, serta satu juri khusus kategori kolektor. Aspek yang dinilai meliputi warna, anatomi tubuh, hingga kondisi fisik ikan secara keseluruhan.
“Penilaian mencakup detail seperti mata, sirip, dan proporsi tubuh. Semua diukur berdasarkan standar masing-masing kelas,” kata Raka.
Kategori yang dilombakan pun beragam, mulai dari dark solid, light solid, metallic, hingga light metallic, yang ditentukan berdasarkan variasi warna dan karakteristik ikan.
Raka menilai, kontes cupang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana memperkuat jejaring antar penghobi dan pembudidaya. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong peningkatan kualitas ikan hias, khususnya cupang, di Depok maupun secara nasional.
“Selain hadiah, ada gengsi dan prestise yang membuat kontes ini selalu dinantikan. Ini juga jadi wadah silaturahmi bagi komunitas,” pungkasnya. (**).













