Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Program BiMo Resmi Ditutup, Perkuat Jejak Literasi Indonesia–Prancis

Direktur IFI, Jules Irrmann bersama pelajar Menteng Program perpustakaan keliling Bibliothèque Mobile (BiMo)dalam
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Program perpustakaan keliling Bibliothèque Mobile (BiMo) resmi menutup rangkaian perjalanannya setelah lebih dari enam bulan berkeliling Pulau Jawa. Penutupan digelar di Taman Menteng pada 28 April 2026, menandai berakhirnya inisiatif promosi literasi bagi generasi muda Indonesia.

Program yang diinisiasi Institut français d’Indonésie bersama Penerbit Erlangga ini merupakan bagian dari kampanye “AYO BACA!”, yang bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan sastra Prancis kepada masyarakat Indonesia.

Peluncuran program ini sebelumnya dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, saat kunjungan kenegaraan Presiden Prancis ke Indonesia pada Mei 2025. Sejak itu, BiMo hadir sebagai jembatan literasi yang menggabungkan budaya membaca dengan pertukaran kebudayaan kedua negara.

Selama perjalanannya, BiMo menyambangi sejumlah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Bandung. Di setiap kota, ratusan pelajar terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya membaca, permainan edukatif berbahasa Prancis, hingga pertunjukan seni.

Direktur IFI, Jules Irrmann, dalam sambutannya menegaskan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas belajar, melainkan pintu menuju imajinasi dan masa depan. “Melalui buku, kita bisa mengenal dunia yang luas dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan semangat literasi dengan peringatan Hari Buku Sedunia yang diprakarsai UNESCO, sebagai momentum untuk menegaskan pentingnya budaya membaca.

Senada, perwakilan Penerbit Erlangga, Dwi Wahyu, menyebut BiMo bukan sekadar menghadirkan buku, tetapi juga membangun kembali semangat literasi di kalangan anak-anak dan generasi muda. “Buku adalah jendela dunia dan pintu menuju masa depan,” katanya.

Acara penutupan turut diisi dengan pemutaran video perjalanan BiMo, aktivitas literasi interaktif, hingga penampilan siswa. Pengunjung juga diajak mengunjungi “Wall of Impact” untuk memberikan kesan dan pesan selama mengikuti program ini.

Meski tur telah berakhir, kolaborasi budaya Indonesia–Prancis di bidang literasi dipastikan berlanjut. Pada 2026, Indonesia dijadwalkan menjadi bagian dari penghargaan sastra berbahasa Prancis Choix Goncourt, menjadikannya negara ke-51 yang terlibat dalam ajang bergengsi tersebut.

Penutupan BiMo bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah lanjutan dalam memperluas akses literasi dan mempererat hubungan budaya melalui buku.