Depok || Radarpost.id
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berpihak pada perempuan dan anak.
Tersebar di 63 Kelurahan, Menteri PPPA Arifah Fauzi Launching Rumah Bersama Indonesia bersama Walikota Depok.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok yang ditandai dengan peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Menteri PPPA menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Depok atas HUT ke-27, seraya berharap semangat “Bersama Depok Maju” terus diwujudkan melalui pembangunan yang responsif terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Depok dalam menghadirkan RBI sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
“Peresmian RBI menjadi langkah konkret dalam memastikan bahwa perempuan, anak, dan kelompok rentan tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan, yang tentu membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Menteri PPPA.
Dirinya menambahkan bahwa peluncuran RBI di Kota Depok yang dilakukan secara serentak di 63 kelurahan mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkan ruang bersama yang inklusif, sekaligus menjadi langkah nyata dalam membuka ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan mereka sebagai generasi penerus yang potensial.

Sejalan dengan itu, Menteri PPPA mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mengintegrasikan perspektif gender dan pemenuhan hak anak ke dalam pembangunan daerah.
Hal ini tercermin dari capaian Anugerah Parahita Ekapraya kategori Utama serta predikat Kota Layak Anak kategori Nindya, yang juga diperkuat melalui RPJMD Kota Depok Tahun 2025–2029.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA melakukan teleconference dengan warga RW 12 Kelurahan Pengasinan, Sawangan, sebagai bagian dari penguatan implementasi RBI.
Menteri PPPA menegaskan bahwa RBI harus menjadi wadah pemberdayaan perempuan agar berdaya secara ekonomi, sosial, dan dalam pengambilan keputusan, sekaligus memastikan anak-anak terlindungi dan didengar suaranya.
Sementara itu, Walikota Depok, Dr. H Supian Suri, menegaskan bahwa kehadiran RBI diharapkan mampu menjadi instrumen deteksi dini terhadap berbagai permasalahan di lingkungan masyarakat, bahkan hingga tingkat terkecil seperti RW.
“Kami ingin setiap permasalahan, sekecil apa pun, dapat diidentifikasi sejak awal agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kehadiran RBI menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dengan semangat dan komitmen para lurah, camat, serta seluruh elemen masyarakat, upaya perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Depok,” ujar Walikota Depok.
Rangkaian peringatan HUT ke-27 Kota Depok juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan partisipatif, di antaranya fun walk dan bazar UMKM serta momentum peringatan Hari Kartini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga merefleksikan semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terwujudnya Kota Depok yang inklusif dan berkelanjutan. (**).













