Madiun|| Radarpost.id
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun membatalkan empat perjalanan kereta api (KA) jarak jauh dari wilayah Jawa Timur menuju Jakarta pada Rabu , menyusul dampak insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kebijakan pembatalan diambil untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus mempercepat proses pemulihan operasional yang terdampak gangguan di lintas Bekasi.
“Pembatalan perjalanan ini merupakan langkah yang harus diambil untuk menjaga keselamatan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan kereta api secara menyeluruh,” ujar Tohari di Madiun, Rabu.
Empat perjalanan KA yang dibatalkan meliputi:
KA Brantas relasi Blitar–Pasar Senen
KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen
KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen
KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen
Selain keberangkatan dari wilayah Daop 7, pembatalan juga diberlakukan untuk perjalanan KA dari arah Jakarta dengan relasi sebaliknya.
Tohari menjelaskan, gangguan operasional masih terjadi akibat proses evakuasi rangkaian KRL yang terlibat dalam insiden di Bekasi Timur. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta di sejumlah lintas, sehingga diperlukan penyesuaian jadwal, termasuk pembatalan perjalanan.
KAI memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan akan mendapatkan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses pembatalan dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang terdampak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau agar masyarakat menyesuaikan kembali rencana perjalanannya,” kata Tohari.
Sebelumnya, insiden tabrakan antara KA jarak jauh dan KRL di wilayah Bekasi Timur menyebabkan gangguan signifikan pada operasional perjalanan kereta di lintas padat Jakarta–Jawa. Upaya evakuasi dan pemulihan prasarana masih terus dilakukan guna mengembalikan layanan secara normal.
KAI menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan operasional di tengah proses pemulihan pascakejadian tersebut.













