Jonggol, Bogor|| Radarpost.id
Fenomena langit berupa “awan pelangi” yang sempat menghebohkan warga di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipastikan bukan pertanda cuaca ekstrem berbahaya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut peristiwa tersebut sebagai fenomena optik atmosfer yang umum terjadi.
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa warna-warni menyerupai pelangi itu terbentuk akibat interaksi cahaya Matahari dengan butiran air di atmosfer.
“Fenomena tersebut merupakan bagian dari optik atmosfer. Cahaya Matahari berinteraksi dengan butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang terjadi di wilayah lain,” ujar Ida dalam keterangan resminya, Sabtu.
Peristiwa ini terjadi ketika sebagian wilayah masih cerah, sementara di lokasi lain—seperti kawasan Sentul dan sekitarnya—sedang mengalami hujan. Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya spektrum warna di langit meski hujan tidak turun langsung di titik pengamatan.
BMKG juga mengungkapkan bahwa keberadaan awan jenis towering cumulus turut memengaruhi bentuk fenomena tersebut. Awan yang menjulang ini dapat menutupi sebagian pelangi sehingga terlihat seperti “awan berwarna” yang tidak utuh.
Menurut BMKG, fenomena ini tidak berkaitan langsung dengan potensi badai atau cuaca ekstrem. Namun, kemunculannya dapat menjadi indikasi adanya pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lokal.
“Fenomena ini lebih menunjukkan dinamika atmosfer, khususnya proses pembentukan awan hujan di wilayah sekitar,” kata Ida.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan awan berwarna di langit Jonggol viral di media sosial. Sejumlah warga dan pengendara sempat berhenti untuk mengabadikan momen langka tersebut, yang bahkan sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan terhadap fenomena serupa, namun tetap memperhatikan perubahan cuaca di sekitarnya, terutama saat memasuki masa peralihan musim.













