BOGOR||Radarpost.id
Di tengah derasnya arus modernisasi, pelestarian budaya dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan generasi masa kini. Menjawab tantangan tersebut, seniman dan fasilitator kreatif Raden Rama Sastra Negara menghadirkan program inovatif bertajuk “The Art of Public Speaking: Storytelling with Acting Method – Sunda Nyambung Ka Jaman.”
Program ini merupakan bagian dari Layanan Produksi Media dalam kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif, yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama LPDP melalui program Dana Indonesiana.
Mengusung pendekatan kolaboratif, program ini mempertemukan seni tutur Sunda dengan teknik akting modern. Melalui metode ini, tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali dalam format yang lebih ekspresif, komunikatif, dan relevan bagi generasi muda.
“Seni bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dirasakan dan dihidupkan kembali oleh generasi sekarang,” ujar Rama.
Program yang berlangsung sepanjang 2026 ini dirancang secara komprehensif melalui beberapa tahapan. Dimulai dari lokakarya intensif yang menggabungkan storytelling budaya Sunda, teknik akting seperti pengolahan gesture, vokal, dan ekspresi, hingga public speaking berbasis performatif.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan kreatif dalam pengembangan naskah cerita, eksplorasi karakter, serta latihan performa. Dari proses tersebut, dihasilkan berbagai karya seperti naskah buku storytelling, pertunjukan seni, dan dokumentasi kreatif.
Karya-karya tersebut kemudian didiseminasikan kepada publik melalui pertunjukan langsung, diskusi, hingga distribusi buku dan media.
Raden Rama Sastra Negara merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta yang telah berpengalaman di industri kreatif sebagai produser, sutradara, dan penulis. Ia juga aktif sebagai fasilitator seni, pengembang program pelatihan kreatif, serta penggerak komunitas budaya berbasis praktik (learning by doing).
Melalui pendekatan tersebut, Rama menempatkan seni bukan hanya sebagai bentuk ekspresi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan transformasi sosial.
Program Sunda Nyambung Ka Jaman menjadi langkah strategis dalam revitalisasi seni tutur Sunda, penguatan identitas budaya generasi muda, serta pengembangan literasi budaya berbasis praktik. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam pemajuan kebudayaan dan penguatan ekosistem industri kreatif berbasis komunitas.
Dengan menghadirkan ruang temu antara tradisi dan pendekatan modern, program ini menegaskan bahwa budaya tidak harus tertinggal oleh zaman—melainkan dapat berjalan beriringan, bahkan menjadi arah baru ketika dihidupkan dengan cara yang tepat.
Lebih dari sekadar pelatihan, Sunda Nyambung Ka Jaman menjadi upaya membangun kembali cara generasi muda berelasi dengan budayanya sendiri: tidak lagi sebagai warisan yang jauh, tetapi sebagai pengalaman yang hidup, dekat, dan bisa mereka suarakan.
Di tangan Rama, seni tutur tidak hanya diceritakan—ia diperankan, dirasakan, dan ditransformasikan menjadi gerakan. Karena pada akhirnya, budaya tidak menunggu untuk dilestarikan—ia menunggu untuk dihidupkan kembali. Dan di sinilah gerakan itu dimulai.













