Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
TNI  

Operasi Gunung Botak, TNI Dorong Penataan Tambang Legal dan Berkelanjutan di Maluku

Operasi Gunung Botak, TNI Dorong Penataan Tambang Legal dan Berkelanjutan di Maluku
Operasi Gunung Botak, TNI Dorong Penataan Tambang Legal dan Berkelanjutan di Maluku
banner 120x600

Maluku || Radarpost.id

Upaya penataan kawasan tambang emas Gunung Botak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, mulai menunjukkan langkah serius. TNI melalui Kodam XV/Pattimura melaksanakan operasi terpadu sebagai bagian dari dorongan menuju pengelolaan tambang yang legal, tertib, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026 ini tidak hanya berfokus pada penghentian aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penataan ulang kawasan agar lebih terarah dan memberikan manfaat bagi daerah.

Sebelumnya, jajaran TNI bersama tim terkait telah melakukan pemantauan awal dari udara guna melihat secara langsung kondisi di lapangan. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur, baik satuan tempur, bantuan tempur, maupun satuan kewilayahan.

Di lapangan, tim melakukan penertiban area tambang sekaligus mendata berbagai aktivitas yang berkembang di sekitar lokasi. Selain aktivitas pertambangan ilegal, ditemukan pula sejumlah persoalan sosial yang turut muncul seiring maraknya kegiatan tersebut.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Tri Winarto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menata kawasan Gunung Botak agar tidak lagi menjadi pusat aktivitas ilegal.

“Penanganan ini bukan semata soal tambang, tetapi juga bagaimana memastikan kawasan ini ke depan dapat dikelola secara resmi, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan aturan. Penataan ini diharapkan mampu membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, TNI juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. Aktivitas tambang ilegal dinilai berpotensi merusak ekosistem jika tidak dikendalikan dengan baik.

Melalui operasi ini, TNI bersama pemerintah daerah dan instansi terkait berkomitmen untuk mengawal proses transisi dari aktivitas ilegal menuju sistem pengelolaan yang sah. Diharapkan, langkah ini menjadi awal dari perubahan besar dalam pengelolaan kawasan Gunung Botak yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.