JAKARTA|| Radarpost.id
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Tebet Barat 08 kembali normal pada pekan ini, setelah tembok pembatas sekolah roboh akibat terkikis air saat hujan deras.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan proses perbaikan akan segera dilakukan usai tahap pengamanan dan pembersihan area selesai.
“Perbaikan akan segera dimulai. Targetnya dalam waktu dekat, paling lambat pekan ini KBM sudah kembali normal,” kata Nahdiana saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas agar kegiatan belajar tatap muka bisa segera berjalan kembali tanpa hambatan.
Kerusakan Tidak Ganggu Struktur Utama
Berdasarkan hasil pengecekan awal tim gabungan, kerusakan hanya terjadi pada tembok pembatas sekolah dan tidak memengaruhi struktur utama bangunan.
Disdik DKI memastikan evaluasi rutin terhadap kondisi bangunan sekolah tetap dilakukan, bekerja sama dengan dinas terkait melalui program pemeliharaan dan rehabilitasi.
“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” ujar Nahdiana.
Siswa Sempat Belajar Daring
Pasca kejadian, siswa kelas 1 hingga kelas 5 menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara siswa kelas 6 tetap mengikuti ujian semester secara tatap muka di sekolah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyebutkan, tembok roboh diduga disebabkan faktor usia bangunan yang sudah lapuk serta bagian bawah yang terkikis air.
Kronologi Kejadian
Peristiwa robohnya tembok terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Penanganan awal dilakukan setengah jam kemudian oleh petugas gabungan.
Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung, termasuk pemasangan karung dan terpal, pengangkutan puing, serta penopangan di sekitar lokasi untuk mencegah potensi bahaya lanjutan seperti pohon tumbang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak berwenang masih mendata kerugian serta mengimbau masyarakat untuk menghindari area sekitar lokasi demi keselamatan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya audit rutin kondisi bangunan sekolah di Jakarta, terutama yang telah berusia lebih dari satu dekade. Di tengah intensitas hujan yang tinggi, infrastruktur pendidikan menjadi salah satu sektor yang rentan terdampak.
Pemprov DKI diharapkan dapat mempercepat revitalisasi fasilitas pendidikan guna memastikan keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar siswa di wilayah perkotaan.













