Jakarta|| Radeopost.id
Dunia musik Tanah Air berduka. Komposer legendaris Indonesia, James F. Sundah, meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu New York (EST) dalam usia 70 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui keterangan resmi. James F. Sundah disebut mengembuskan napas terakhir didampingi sang istri, anak, dan keluarga tercinta setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024.
Kepergian James menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu komposer, penulis lagu, produser, sekaligus arranger paling berpengaruh dalam perkembangan musik populer Indonesia modern.
Lahir pada 1 Desember 1955, James F. Sundah memulai karier musik sejak era 1970-an. Namanya kemudian melejit lewat sederet karya yang dikenal lintas generasi dan dinyanyikan banyak musisi papan atas Indonesia.
Beberapa lagu ciptaannya yang paling dikenal antara lain “Lilin-Lilin Kecil”, “September Ceria”, “Ironi”, “Astaga”, hingga “When You Came Into My Life”. Lagu terakhir tersebut diciptakannya bersama Titiek Puspa, Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari grup rock legendaris Scorpions.
Karya “Lilin-Lilin Kecil” yang pertama kali dirilis pada 1977 bahkan masuk dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia pada 2009.
Sepanjang kariernya, karya James F. Sundah dinyanyikan oleh sederet penyanyi besar Indonesia seperti Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, hingga Sheila Majid.
Tak hanya dikenal sebagai pencipta lagu, James juga memiliki reputasi kuat sebagai produser dan arranger yang berkontribusi membentuk kualitas rekaman musik nasional.
Pada 15 Oktober 2025, James F. Sundah sempat merilis karya terakhir berjudul “Seribu Tahun Cahaya” yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso. Lagu tersebut dipersembahkan khusus untuk sang istri, Lia Sundah-Suntoso.
Sebulan setelah perilisan lagu itu, James menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dalam ajang Anugerah Musik Indonesia Awards 2025 atas kontribusinya terhadap industri musik Indonesia.
Meski telah menetap di New York City sejak akhir 1990-an bersama keluarga, James tetap aktif mengikuti perkembangan musik Indonesia hingga akhir hayatnya.
Dalam keterangan keluarga disebutkan, sehari sebelum meninggal dunia, James masih sempat berkeliling area sekitar rumah menggunakan kursi roda bersama istrinya. Mereka singgah di taman dan menikmati es krim bersama.
Selain dikenal lewat karya musiknya, James F. Sundah juga dihormati sebagai mentor serta pejuang hak cipta bagi para pelaku industri musik Indonesia.
Sosoknya dikenang sebagai pribadi hangat, rendah hati, intelektual, serta memiliki kecintaan besar terhadap seni, teknologi, dan kemanusiaan.
Warisan karya James F. Sundah diperkirakan akan terus hidup dan menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia lintas generasi.
Rangkaian Penghormatan Terakhir James F. Sundah
Pihak keluarga juga mengumumkan rangkaian penghormatan terakhir bagi James F. Sundah yang akan digelar di Schwartz Brothers Memorial Chapel pada Minggu, 10 Mei 2026.
Sementara prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung di St. John Cemetery pada Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat.
Keluarga meminta para pelayat mengenakan busana bernuansa merah, ungu, biru, oranye, atau warna cerah lainnya, serta menghindari penggunaan pakaian hitam maupun putih.













