Jakarta|| Radarpost.id
Festival film bergengsi dunia kembali menjadi panggung bagi talenta Indonesia. Aktris Raline Shah menghadiri ajang Women in Cinema Gala dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026 pada 14 Mei 2026.
Kehadiran Raline Shah menjadi sorotan usai dirinya tampil anggun mengenakan kebaya rancangan desainer Indonesia Sapto Djojokartiko dipadukan perhiasan dari Chopard. Dalam sejumlah momen, ia juga terlihat berpose bersama aktris Hollywood Diane Kruger dan sutradara peraih Oscar Chloe Zhao.
Women in Cinema Gala diketahui merupakan program yang digagas Red Sea Film Foundation untuk mendukung visibilitas sineas perempuan dari berbagai negara, termasuk Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Raline Shah menyebut Indonesia kini semakin diperhitungkan di industri perfilman dunia. Ia menilai karya para sineas perempuan Tanah Air berhasil mendapat perhatian di forum internasional.
“Indonesia telah tumbuh menjadi bagian penting dari industri film dunia dengan karya para sineas perempuan yang sangat membanggakan,” ujar Raline Shah dalam keterangan resminya.
Menurut bintang film 5 cm dan Surga Yang Tak Dirindukan itu, ajang Women in Cinema di Cannes menjadi bukti semakin besarnya ruang apresiasi untuk kreator perempuan di industri perfilman global.
Kamila Andini Terima Penghargaan
Selain dihadiri sederet selebritas dunia, Women in Cinema Gala juga memberikan penghargaan kepada sineas Indonesia Kamila Andini. Namanya dikenal lewat film-film seperti Yuni dan Nana: Before, Now, and Then.
Tak hanya Kamila Andini, penghargaan juga diberikan kepada sineas Maroko Laïla Marrakchi, aktris Nigeria Genevieve Nnaji, hingga aktris India Tara Sutaria.
Dihadiri Bintang Hollywood
Acara Women in Cinema Gala berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah nama besar industri perfilman dunia. Selain Diane Kruger dan Chloe Zhao, acara ini turut dihadiri Demi Moore, Rami Malek, serta Alicia Vikander.
Tak hanya gala penghargaan, Red Sea Film Foundation juga menggelar panel industri bertajuk “Meet the Foundation”, sesi networking, hingga resepsi bagi pelaku industri film internasional selama festival berlangsung.













