Depok || Radarpost.id
Suasana haru sekaligus khidmat menyelimuti warga saat prosesi pelepasan jamaah calon haji kloter 26 JKS Depok terakhir. Kabag Kesejahteraan Sosial Setda Kota Depok, mewakili Walikota Depok Dr. H. Supian Suri yang hadir untuk memberikan semangat dan doa restu kepada para jamaah yang bersiap menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Pelepasan berlangsung di Masjid Baitul Kamal jalan Margonda Raya, Kota Depok kemudian dilanjutkan pelepasan jamaah haji di halaman Balaikota, oleh Kabag Kesra dan Kepala Kantor Kemenhaj, pada Senin (18/5/2026).
Momen ini menjadi puncak dari rangkaian pemberangkatan jamaah calon haji asal Kota Depok tahun ini, yang menandai keberangkatan tamu-tamu Allah menuju Baitullah.
Dalam arahannya, Kabag Kesejahteraan Sosial Iyai Gumilar mengingatkan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang memerlukan keikhlasan dan kesungguhan hati.
Beliau berpesan agar para jamaah memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak amalan, mulai dari khatam Al-Qur’an hingga menjaga kebersamaan antar sesama jamaah.
Keberangkatan ini merupakan kesempatan istimewa yang harus dijalani dengan fokus penuh pada aspek ibadah.
“Perjalanan ini suci karena Allah. Semua yang berangkat adalah tamu-Nya, maka fokuslah beribadah,” ujar Iyai di hadapan para jamaah.
Selain menitikberatkan pada ibadah personal, Kabag juga menitipkan harapan agar para jamaah tidak melupakan kampung halaman selama berada di Tanah Suci.

Doa dari para jamaah haji di tempat-tempat mustajab diyakini memiliki makna besar bagi keselamatan Kota Depok.
“Jangan lupa doakan Kota kita agar selalu mendapat keberkahan,” tambahnya dengan nada penuh harap.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian (Kemenhaj) H. Fauzan, menyampaikan bahwa kloter penutup ini terdiri dari 444 jamaah seluruhnya berasal dari Kota Depok.
Dengan keberangkatan ini, diharapkan seluruh proses ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Doa terbaik menyertai mereka agar kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat dan meraih predikat haji yang mabrur.
Fauzan mengimbau para jemaah agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama menjalankan ibadah haji, mengingat tidak semua orang diberi kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Jangan sia-siakan waktu sedetik pun. Banyak orang mendambakan bisa berangkat haji, tapi belum tentu mendapat kesempatan,” ujar Fauzan.
Menurutnya, banyak jemaah saat itu tidak memahami esensi wukuf di Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji.
“Ketika masuk waktu wukuf, banyak jemaah hanya berdoa singkat lalu berkumpul di depan atau samping tenda. Padahal, inti dari haji adalah wukuf di Arafah,” ucap Fauzan.
“Di sanalah kita bermuhasabah, merenungkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Haji sejati adalah ketika kita mengenal siapa diri kita di hadapan Sang Pencipta,” tuturnya.
Fauzan, menekankan bahwa momen di Arafah harus dimanfaatkan secara maksimal, bukan sekadar menjalankan ritual.
“Nikmatilah Arafah. Gunakan waktu itu untuk benar-benar berintrospeksi dan memohon ampunan serta petunjuk dari Allah,” pesannya kepada para jemaah. (**).













